Tuesday, January 27, 2009

Ternyata SIFAT KITA dg SIFAT RASULULLAH BEDA SEDIKIT Banget

Ternyata SIFAT KITA dg SIFAT RASULULLAH BEDA SEDIKIT Banget

Rasulullah sedikit TIDUR, Kita Sedikit-sedikit TIDUR

Rasulullah sedikit MAKAN, Kita Sedikit-sedikit MAKAN

Rasulullah sedikit MARAH, Kita sedikit-sedikit MARAH

Rasulullah panjang AMAL, Kita Panjang ANGAN

Rasulullah nggak CINTA DUNIA, Kita nggak pernah nggak CINTA DUNIA

Rasulullah CINTA KITA, Kita? Cintakah kita pada Rasulullah?

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 08:00:25 | Permalink | No Comments »

Filsafat Hikmah dan Agama Masa Depan

Filsafat Hikmah dan Agama Masa Depan

 

Ditulis Oleh Musa Kazhim Habsyi   

Jumat, 09 Mei 2008

Sebelum berbicara tentang hikmah muta’aliyah (selanjutnya kita sebut sebagai filsafat hikmah), saya perlu mengemukakan sejumlah pendahuluan berikut. Pertama, manusia adalah makhluk yang secara intrinsik (fitriah) mencari kesempurnaan. Fitrah ini mendorong manusia untuk terus-menerus berevolusi dan menyempurna. Kedua, dalam mencari kesempurnaan ini manusia akan mengandalkan pelbagai daya yang telah dimilikinya. Ketiga, pengetahuan dalam pengertian luas adalah kriteria untuk mengukur tingkat evolusi dan kesempurnaan manusia. Keempat, setidaknya ada enam kategori pengetahuan manusia:

  1. Pengetahuan hudhuri/badihi (fitrah);
  2. Pengetahuan rasional (akal);
  3. Pengetahuan indrawi (panca indra);
  4. Pengetahuan mistis/emosional (hati);
  5. Pengetahuan imajiner (imajinasi);
  6. Pengetahuan keagamaan (wahyu/teks suci).

Kelima, pengetahuan hudhuri merupakan pijakan dasar bagi seluruh tindak pengetahuan manusia. Untuk jenis pengetahuan ini, manusia hanya perlu untuk menyadarinya secara langsung dan introspektif. Dalam pengetahuan ini tidak ada jarak antara subjek dan objek, ranah ontologis dan epistemologis melebur jadi satu.

Keenam, pengetahuan rasional berpusat pada akal, dengan sifat yang universal dan abstrak. Ketujuh, pengetahuan indrawi diperoleh lewat panca indra. Pengetahuan ini bersifat spasio-temporer, partikular dan berubah-ubah, sesuai dengan hukum-hukum yang mengatur alam fisik.

Kedelapan, pengetahuan mistis/hati (ma’rifah qalbiyah) adalah pengetahuan yang bersumber dari lintasan-lintasan hati. Pengetahuan ini memiliki sejumlah kendala yang berasal dari watak-watak yang merusak (al-malakat al-fasidah). Sifat pengetahuan ini adalah partikular abstrak.

Kesembilan, pengetahuan imajiner bersumber pada daya imajinasi dan angan-angan manusia. Imajinasi berperan menghidupkan dan mengembangkan kognisi manusia tentang objek-objek partikular. Kesepuluh, pengetahuan keagamaan bersumber pada teks-teks suci. Al-Quran dan hadis adalah dua sumber utama pengetahuan keagamaan dalam konteks Islam. Pemahaman atas al-Quran mestilah berangkat dari al-Quran itu sendiri atau dari hadis-hadis yang mendampinginya.

 

 

Filsafat Hikmah

Bertolak dari sepuluh pendahuluan di atas, kita bisa memahami proyek filsafat hikmah secara utuh dan ringkas. Untuk menjelaskan proyek filsafat hikmah, makalah ini akan berpijak pada rumusan-rumusan Mulla Shadra dan Allamah Thabathaba’i. Ada beberapa langkah menarik yang diambil oleh Mulla Shadra, untuk merumuskan kompleksitas proyek filsafat hikmah dengan segenap implikasinya.

Pertama, meletakkan sistem filsafat hikmah di atas sejumlah dasar pengetahuan hudhuri/badihi, sambil menegaskan bahwa semua dasar itu bersifat swabukti (self-evident) . Dasar-dasar swabukti tidak memerlukan pembuktian (burhanah) atau pengukuhan (itsbat), melainkan hanya memerlukan pemaparan atau penjelasan.

Kedua, menurunkan sejumlah prinsip rasional-filosofis untuk mendukung bangunan filsafatnya dari prinsip-prinsip swabukti yang telah diketahui manusia secara hudhuri tersebut.

Ketiga, menyelaraskan prinsip-prinsip rasional-filosofis yang bersumber pada prinsip-prinsip swabukti dengan sejumlah mukasyafah (penyingkapan batin) para mistikus. Kategori pengetahuan ini juga sering disebut dengan ilmu gaib atau ilmu laduni.

Keempat, menyelaraskan prinsip-prinsip rasional-filosofis dan mukasyafah dengan teks-teks suci dalam rangka memperteguh dan memperluas bangunan filsafat hikmah.

Kelima, mengajukan metodologi sistematis untuk mencapai kebenaran utuh sebagaimana tersebut di atas secara teoritis dan praktis.

Dalam karya utamanya yang berjudul Hikmah Muta’aliyah fi al-Asfar al-Arba’ah (Hikmah yang Mengemuncak dalam Empat Perjalanan Manusia), Mulla Shadra secara panjang-lebar memaparkan lima langkah yang telah diambilnya untuk menemukan kebenaran tertinggi, kebenaran utuh, yang tidak sekedar bersifat rasional-filosofis, mistis-emosional, tekstual-keagamaan, tetapi juga kebenaran dalam pengertian realisasi langsung (tahaqquq).

Dalam pengantar al-Asfar, Mulla Shadra menyatakan:

“Teori-teori diskursif hanya akan mempermainkan para pemegangnya dengan keragu-raguan. Kelompok yang datang belakangan akan melaknat kelompok yang datang sebelumnya, sehingga ‘Setiap umat yang masuk (ke dalam neraka) akan melaknat umat sebelumnya (yang telah ikut menyesatkannya) .’” (QS. al-A’raf [7]: 38)1

Persis dalam pengantar ini, dia mulai melancarkan pukulan bertubi-tubi pada kalangan Paripatetik yang bersikukuh memegang akal dan prinsip-prinsip rasional sebagai satu-satunya alat penyingkap kebenaran. Menurut Mulla Shadra, akal punya keterbatasan, sebagaimana alat-alat pengetahuan manusia lainnya. Karena itu, diperlukan suatu metodologi yang mensinergikan semua potensi yang ada, sehingga masing-masing potensi itu dapat mengambil perannya dalam mengantarkan manusia kepada kebenaran seutuhnya dan puncak kesempurnaannya.

Selanjutnya, dalam Mafatih al-Ghayb, Mulla Shadra menuturkan:

“Banyak orang yang bergelut dalam ilmu pengetahuan menyangkal (adanya) ilmu gaib laduni (langsung dari sisi Allah) yang dicapai oleh para ahli suluk dan ahli makrifat (yang lebih kuat dan lebih kukuh dibanding semua kategori ilmu lain) dengan mengatakan, ‘Apakah ada ilmu tanpa proses belajar, berpikir dan bernalar?’”2

Kemudian dia memaparkan bukti-bukti filosofis untuk menepis keragu-raguan semacam itu. Seperti biasa, dia membingkai bukti-bukti filosofisnya dengan dalil-dalil tekstual yang melimpah ruah.

Dalam sistem filsafat hikmah, metode rasional-filosofis tidak bisa berdiri secara terpisah dari metode penyucian hati dan begitu pula sebaliknya; keduanya saling membutuhkan, sedemikian sehingga bila yang satu berjalan tanpa yang lain maka kerancuan dan kesesatan akan terjadi.

Mulla Shadra menyatakan, “Kaum sufi biasanya mencukupkan diri pada rasa dan intuisi (wijdan) dalam mengambil kesimpulan, sedangkan kami tidak akan berpegang pada apa yang tidak berdasarkan pada bukti-bukti demonstratif (burhan).”3

Kemudian Mulla Shadra meneruskan, “Janganlah engkau peduli pada pelbagai kepura-puraan puak sufi, dan jangan pula engkau gandrung pada pelbagai celoteh para filosof gadungan. Hati-hatilah wahai sahabatku, atas kejahatan kedua puak ini. Semoga Allah tidak mempertemukan kita dan mereka walau hanya sekejap mata.”4

Di tempat lain, dia menyimpulkan, “Oleh sebab itu, yang paling tepat adalah kembali kepada metode kami dalam memperoleh makrifat dan pengetahuan dengan memadu-padankan metode para filosof yang bertuhan (muta’allih) dan para mistikus yang beragama Islam.”5

Upaya Mulla Shadra mendamaikan metode rasional-filosofis dan spiritual-mistis dengan ajaran-ajaran Islam sesungguhnya berangkat dari keyakinannya pada keunggulan Islam. Baginya, keunggulan Islam yang menggabungkan kekuatan rasional dengan kekayaan spiritual hanya bisa dipahami dan diapresiasi melalui kedua metode ini secara seimbang.

Dalam al-Mabda wa al-Ma’ad, Mulla Shadra secara singkat memaparkan keserasian bukti-bukti rasional dan ajaran-ajaran tradisional Islam. Pada karya utamanya, al-Asfar, secara ekstensif ia meneguhkan keserasian metode filosofis dan mistis dengan ajaran-ajaran Islam. Ia menandaskan, “Adalah mustahil hukum-hukum syariat yang hak, Ilahi dan putih-bersih berbenturan dengan pengetahuan yang swabukti; dan celakalah aliran filsafat yang prinsip-prinsipnya tidak selaras dengan al-Quran dan sunah.”6

 

Dasar-dasar

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, prinsip-prinsip utama filsafat hikmah semuanya bersifat hudhuri (swabukti atau self-evident) , sehingga pengukuhan filsafat ini dapat dilakukan secara introspektif. Berikut adalah sebagian dari prinsip-prinsip utama filsafat hikmah:

Pertama, para pendukung filsafat ini menyatakan bahwa wujud atau ada merupakan konsep sederhana yang secara langsung bisa dimengerti tanpa perantara konsep lain (badihah mafhum al-wujud).7

Kedua, wujud merupakan konsep yang berlaku secara umum atas segala sesuatu dengan pengertian tunggal (mafhum al-wujud musytarakun ma’nawi).8

Ketiga, prinsip yang disebut dengan ashalah al-wujud yang berintikan bahwa wujud adalah ungkapan bagi realitas secara mutlak yang mau tak mau pasti kita akui keberadaannya.9 Di luar itu, yakni segenap ungkapan dan konsep lain yang terdapat dalam perbendaharaan bahasa manusia yang dalam istilah para filosof disebut dengan mahiyah adalah rekaan manusia (i’tibariyah). Semua konsep selain wujud hanyalah batasan konseptual atau ilustrasi dari wujud.10

Keempat, untuk menjelaskan keberagaman wujud yang kita saksikan secara langsung di alam raya ini, filsafat hikmah mengajukan prinsip yang disebut dengan tasykik al-wujud. Intinya, wujud yang mutlak itu merupakan kenyataan atau realitas yang bertingkat-tingkat.11 Contoh yang lazim digunakan untuk menggambarkan kebertingkatan itu adalah cahaya sebagai realitas yang bergradasi.

Kelima, setiap titik dalam wujud yang bertingkat-tingkat itu mengalami proses evolusi yang terus-menerus dalam suatu gerakan substansial. Perlu dicatat bahwa dalam wacana filsafat, gerak (harakah) diartikan sebagai proses aktualisasi potensi (khuruj al-quwwah ila al-fi’li). Inilah prinsip yang disebut dengan al-harakah al-jauhariyyah.

Keenam, gerakan substansial dalam konteks manusia terjadi melalui hubungan subjek dengan objek. Subjek di sini adalah ruh, jiwa atau akal, sementara objek adalah pengetahuan yang dicerapnya (ilm). Jadi, pertumbuhan ruh manusia ditentukan oleh objek-objek pengetahuan yang dicerapnya, persis sebagaimana pertumbuhan tubuh ditentukan oleh gizi yang dimakannya. Makin tinggi nilai objek-objek pengetahuannya, makin subur dan “sehat” ruh itu. Sebaliknya, makin rendah nilai objek-objek pengetahuannya, makin lemah, “sakit,” dan surut ruh itu. Inilah prinsip yang dalam filsafat hikmah disebut dengan ittihad al-aqil bi al-ma’qul.

 

Beberapa Implikasi

Filsafat hikmah merupakan pengembangan atas pesan-pesan al-Quran dan sunah. Dalam banyak kesempatan, Mulla Shadra sang jurubicara ulung sangat berbangga karena dapat merumuskan sistem filosofis yang sepenuhnya berpijak di atas dasar teks-teks al-Quran dan sunah. Seperti telah kita kutip di atas, Mulla Shadra mengecam spekulasi filosofis liar yang tidak berpijak pada wahyu Ilahi. Baginya, semua spekulasi filosofis yang tidak bermuara pada teks-teks suci hanya akan berakhir dengan kesimpulan-kesimpul an yang membingungkan dan menyesatkan. Penegasan tersebut merupakan langkah besar dalam sejarah panjang filsafat Islam, mengingat hal itu berarti berita tentang lahirnya filsafat Islam yang sebenarnya.

Atas dasar itu, Mulla Shadra menyebut filsafatnya dengan al-hikmah atau al-hikmah al-Ilahiyyah. Hikmah merupakan istilah yang secara khas dipakai oleh al-Quran dan sunah dalam bermacam makna. Al-Quran menyebutkan tugas kenabian sebagai pengajaran al-Quran dan hikmah (QS. 2: 129, 3; 48, 3: 164, dan sebagainya). Lantas, Allah meminta Nabi Muhammad saw untuk menyeru ke jalan-Nya dengan al-hikmah (QS 16: 125). Dalam surah al-Baqarah ayat 269, al-Quran menyebut al-hikmah sebagai anugerah kebaikan yang besar.

Filsafat hikmah tidak mengajak orang untuk sekadar berwacana, tetapi bergerak secara konstan dalam kerangka ajaran-ajaran Islam yang bercirikan hikmah (kebijaksanaan, ketegasan, kepastian). Dalam wujud yang luas ini, filsafat hikmah menempatkan manusia sebagai entitas unik yang dapat berkembang sedemikian sehingga substansinya terus meninggi (atau menurun). Filsafat hikmah mengapresiasi proses evolusi manusia ini dengan mendayagunakan semua potensi yang telah dimilikinya.

Dalam pelbagai karya mereka, para pendukung filsafat hikmah selalu menggambarkan bahwa manusia adalah suatu kemenjadian yang secara konstan mengalir tanpa henti. Manusia bukan merupakan entitas yang mandeg, melainkan terus bergerak menaiki atau menuruni deretan tak-terbatas dari tingkatan-tingkatan wujud. Pernyataan seperti ini sebenarnya menjelaskan ajaran pokok semua agama mengenai manusia sebagai makhluk unik yang bergerak dalam suatu gerakan yang tak-terelakkan melewati “kematian” menuju “surga” ataupun “neraka.”

Berdasarkan prinsip-prinsip filsafat hikmah, kita dapat menghayati teks-teks suci, khususnya yang berbicara tentang hal-hal gaib, dalam bentuk yang lebih filosofis. Umpamanya, dalam banyak kesempatan, Mulla Shadra sering mengutip ayat-ayat dan hadis-hadis Nabi Muhammad saw atau pun para imam Syiah mengenai hubungan satu amalan kecil dengan pahala besar yang dihasilkannya. Hubungan-hubungan antara alam gaib dan alam fisik ini dijelaskan sebagai hubungan antara satu tingkat dengan tingkat lain dalam piramida wujud yang tunggal.

Filsafat hikmah menyadarkan kita bahwa semua kerja manusia punya nilainya yang tersendiri, betapa pun tidak berartinya nilai itu dalam perskeptif suatu tingkatan wujud tertentu. Di dalam wujud yang bergerak secara konstan ini, hal-hal kecil akan berpengaruh terhadap proses evolusi manusia selanjutnya. Manusia yang berpikir tentang batu pasti akan dipengerahui oleh citranya tentang batu, sampai akhirnya ia akan menyerap sifat-sifat batu itu secara total.

Oleh sebab itu, para pendukung filsafat hikmah sangat menekankan pentingnya kita untuk mengkaji teks-teks suci sebagai satu-satunya rujukan pasti mengenai hubungan-hubungan alam fisik dan alam gaib. Setiap tindakan fisik kita akan mempunyai dampak terhadap dimensi ruhani-gaib kita yang pada gilirannya akan kembali menghantui kita sehingga kita melakukan hal-hal lain yang akan berpengaruh terhadap dimensi ruhani-gaib kita dan begitulah seterusnya. Hubungan-hubungan yang saling berjalin-berkelinda n ini dijelaskan dalam filsafat hikmah berdasarkan bukti-bukti filosofis yang diperkuat oleh teks-teks suci dan penyingkapan mistis.

 

 

Catatan Akhir

Kebangkitan atau renaisans Islam tidak boleh diukur dari kemajuan dalam bidang-bidang teknis-perindustria n, lantaran manusia menuju puncak kesempurnaannya justru melalui pembebasan dirinya dari kondisi-kondisi alam yang melingkupinya. Makin sempurna manusia, makin bebas ia dari hal-hal material dan makin bertumpu ia pada kekuatan kemanusiaannya.

Dengan kata lain, kesempurnaan manusia ditentukan oleh ciri khasnya sebagai manusia, yaitu kesempurnaan daya-daya intelektual dan spiritualnya. Oleh karena itu, langkah manusia menuju kesempurnaan berbanding lurus dengan langkah pembebasannya dari materi dan pendekatannya ke arah pengetahuan, keruhaniaan dan keimanan.

Maksud ungkapan ‘bebas dari materi’ bukanlah ‘hidup dalam kevakuman yang jauh dari alam materi,’ melainkan penguasaan dan pengendalian manusia atas kondisi-kondisi material dan bukan sebaliknya. Kalau di masa-masa lampau manusia sedemikian bergantung pada kondisi-kondisi material yang mengurungnya, maka di masa-masa mendatang ia pasti akan makin mandiri dari lingkungan materialnya. Manusia masa depan akan makin sanggup mengendalikan dan memanfaatkan semua potensi dan kapasitas material untuk pergerakan substansialnya mendaki puncak-puncak kesempurnaan manusiawinya yang hakiki.

Oleh sebab itu, agama masa depan mestilah merupakan pandangan dunia yang memiliki sendi logis-rasional yang utuh, sendi emosional-spiritual yang kaya, mengandung gagasan-gagasan yang mendalam dan menghunjam, tidak saling beradu dan berbenturan, serta mengandung cita-cita besar yang luhur dan suci.

Agama masa depan mesti mampu menjelaskan semua ajarannya dalam bentuk penuturan logis-filosofis yang lancar dan memuaskan, tidak dalam bentuk yang dipaksakan dan dibuat-buat. Agama yang demikian ini juga harus bisa menghadirkan harapan dan kegairahan spiritual bagi manusia, sedemikian sehingga manusia dapat merasakan adanya makna di balik perjalanan hidupnya yang serba-singkat dan sarat-penderitaan ini.

Salah satu implikasi terbesar dari kehadiran filsafat hikmah di tengah-tengah umat adalah munculnya kesadaran bahwa Islam memiliki semua syarat dan kelayakan untuk menjadi agama masa depan. Tidak berlebihan bila saya katakan bahwa filsafat hikmah yang sepenuhnya bersumber pada al-Quran dan sunah ini menggugah kita untuk kembali menghayati ajaran-ajaran Islam. Bagaimana tidak! Filsafat hikmah telah berhasil menampilkan Islam sebagai puncak dari ribuan tahun tradisi agama semitik, rasionalisme Yunani, dan mistisisme Timur yang telah banyak menyumbang perkembangan peradaban manusia di muka bumi.[]

 

Catatan Kaki:

1. Mulla Shadra, al-Asfar, Maktabah al-Mushthafawi, 1378 H, Qum, Bagian Pengantar.

2. Mulla Shadra, Mafatihul Ghayb, Muassasah Muthala’at va Tahqiqat Farhanggi, Tehran, tanpa tahun, hal.48.

3. Ibid, hal.55.

4. Ibid, hal.56.

5. Ibid, hal.56.

6. Op.Cit, hal.23.

7. Thabathaba’i, Bidayatul Hikmah, Muassasah an-Nasyr al-Islami, 1422 H., Qum, hal.11.

8. Ibid, hal.12.

9. Ibid, hal.14.

10. Ibid, hal.20.

11. Ibid, hal.24

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 07:59:34 | Permalink | No Comments »

1 ONS BUKAN 100 GRAM.*

1 ONS BUKAN 100 GRAM.*

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.

Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah.

Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk
membela diri dgn. cara menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang
dilakukan hanya bisa  menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang
mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10
Kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau
dikenal secara Internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba Menanyakan hal ini
kepada lembaga yang paling
berwenang atas system takar-timbang dan ukur di Indonesia , yaitu
Direktorat Metrologi. Ternyata, pihak Dir. Metrologi pun telah lama
melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru
mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional
(metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia . Untuk ukuran berat,
satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah bagian dari
sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons
ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan “ons” dan “pound”.
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound =
500 gram, ternyata *tidak
pernah ada acuan system takar-timbang legal* atau pengakuan internasional
atas satuan ons yang nilainya
setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia
internasional, *tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus ** Indonesia
**. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan
turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan. Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas
dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak
kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua
sekolah mengajarkan  bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan
anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. “Racun” ini
sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini. Dari para guru,
saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau
disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu.
Karena itu, tidaklah mungkin Bagi para guru untuk melakukan koreksi selama
Dep. Pendidikan
  belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka; *”acuan sistem timbang legal yang
mana yang pernah
diakui/ diberlakukan secara internasional, yang menyatakan bahwa : **1 ons
adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram.”?* Kalau Dep. Pendidikan tidak
bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di
sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, di negara
mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound =
500 gram? Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit
buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini? Kalau Dep.
Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini, sementara
pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan
“ons” dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat sistem
baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).

Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional
sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya system timbangan
Indonesia yang konversinya adalah 1 ons *(Depdiknas) * = 100 gram Dan
1 pound * (Depdiknas) * = 500 gram.? Bagaimana “Ons dan Pound *(Depdiknas)
*” ini dimasukkan dalam sistem metric yang sudah baku diseluruh dunia?
Siapa yang mau pakai?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen
Pendidikan
tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini.
Mari kita pikirkan dampaknya bagi
masa depan anak-anak Indonesia . Berikan teladan kepada bangsa ini untuk
tidak malu memperbaiki kesalahan. Sekalipun hanya untuk pelajaran di
sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki
supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang
paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu
Direktorat Metrologi. Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan
karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam
arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. .
Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM  negara tetangga saja sudah
merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan
*pelajaran sampah* yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita
untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan
DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan
ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja,
berapa banyak TKI diluar negeri
yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk
mendapatkan pendidikan yang Benar sebagai upaya mempersiapkan diri
menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford , dll. *(maaf, ini
bukan promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi. Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku
harian/diary/ agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu
produk sebagai sarana promosi.
*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois/ avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)*
1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*
1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah
kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum!!! Jadi,
kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini
hanya gambaran/ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan
kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis/pedagang, sekolah dan orang tua dan
juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan “ons dan
pound yang keliru” dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang dgn. satuan
Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan disertai
kejelasan asal-usul serta *rumus
konversi yang benar*. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah
melekat dalam kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan/ menyesatkan
anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.

LEMBAR PELENGKAP TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI
SISTEM METRIK
YANG BERLAKU
SEJAK THN *1799*.

*Kuantitas* *Satuan*
*Simbol*
*Keterangan*
Panjang meter m bukan mtr.
Luas meter persegi m2
Isi/volume meter kubik m3
Berat gram g bukan gr.
Takaran liter

1 l = 1000 cm3 (cc)
Suhu/temperature derajat Celcius oC

BEBERAPA SEBUTAN/AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM
SISTEM METRIK
AWALAN FAKTOR PENGALI SIMBOL/SINGKATAN CONTOH
PEMAKAIAN
Giga 1.000.000.000 G GHz.
Mega 1.000.000 M MW
kilo 1.000 k km
hecto 100 h ha
deka 10 da dam
deci 0,1 d dm
centi 0,01 c cm
milli 0,001 m ml
micro 0,000.001 *m* mF
dan seterusnya.

Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* khusus untuk ukuran
tanah yang diakui sah secara internasional.

*Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang
mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam system metrik
maupun non-metrik/imperial yang pernah diberlakukan sah secara
internasional. *

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 07:58:21 | Permalink | No Comments »

PERANG CERDAS HAMAS

PERANG CERDAS HAMAS

HARI Sabath (Sabtu), hari yang di- kuduskan kaum Yahudi diingkari sendiri
oleh tentara Israel. Di hari larangan membunuh, bepergian, dan berdagang
itu, pasukan darat negeri zionis resmi menyerang Gaza, Palestina. Mereka disambut meriah dengan rudal-rudal jarak dekat pejuang Hamas (Haraqah Al
Muqawamah Al Islamiyah, Gerakan Perlawanan Islam).

Pemimpin Hamas Khalid Misyal dari pos komandonya di Syiria sudah memerintahkan setiap pejuang Hamas melawan. Khalid menjanjikan neraka bagi setiap tentara Israel yang menginjak tanah Gaza. Mengapa Hamas begitu berani ? Padahal, dari hitung-hitungan matematika pertahanan, kekuatan dua pasukan sangat timpang. Bagai bumi dan langit.

Israel Defence Forces (IDF, angkatan bersenjata Israel)setidaknya berkekuatan 176 ribu infanteri bersenjata lengkap. IDF juga mendapat dukungan serangan udara dari 286 helikopter serbu, dan 875 jet tempur berkecepatan supersonik. Juga, 2800 tank dan 1.800 senjata artileri
(meriam, rudal, peluncur roket) yang semuanya on load (siap digunakan).
Sebaliknya, Hamas hanya berkekuatan maksimal 20.000 pejuang. Tanpa
pesawat tempur, jet, atau helikopter patroli satu pun. Mereka hanya memakai
roket Al Banna dan Al Yaasin, modifikasi rudal PG-2 Rusia yang mampu
menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter. Roket lainnya, yang
juga hasil modifikasi, maksimal hanya bisa meluncur 55 kilometer. Itu hanya
cukup sampai Kota Sderoth, yang bukan jantung komando Israel.

Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka mengandalkan rudal Rayyan,
modifikasi dari rudal SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah (Lebanon)
untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.

Tak Percaya Statistik

Tapi, Hamas memang tak pernah percaya statistik. Apalagi cuma di atas kertas. Buktinya, sejak didirikan Syekh Ahmad Yasin pada 14 Desember 1987,
Hamas terus membesar. Untuk melawan Israel, Hamas membentuk sayap militer Brigade Izzudin Al Qassam. Anggotanya harus melalui seleksi superketat. Mereka diambil dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak
dan keimanan.

Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah
salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi Barat. Pemuda
yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik
prajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestina yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap bisa diterima sebagai personel Al Qassam.
Prajurit ikhlas dan bebas maksiat memang jadi modal utama. Sebab, Hamas
yakin kemenangan tak semata-mata hitungan senjata, tapi juga faktor ”langit”.
Mereka percaya dengan perlindungan malaikat yang sudah tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 prajurit Nabi Muhammad sukses melawan 1.300 musuh dalam Perang Badar (2 Hijriah).

Sikap itu buah didikan gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan Hasan Al Banna di Mesir pada 1948. Syekh Yasin adalah kader IM sejak dipenjara
karena ceramahnya pada 1965. Di penjara, putra Palestina asli kelahiran
Desa Jaurah, 20 kilometer utara Gaza 1936 itu, bergabung dengan cabang
IM Palestina yang berdiri pada 1935. Yasin syahid diterjang rudal Israel pada
subuh, 22 Maret 2004. Maka, pola latihan Al Qasaam juga pengembangan dari Nizham Khash (Biro Khusus) IM yang dibentuk di Kairo, Mesir, 1940. Pada perang Arab-Israel pertama 1948, Nizham mengirim 3.000 prajuritnya melawan Israel. Nizham juga berperan dalam perang Terusan melawan Inggris, 1951.

Dalam aktivitas keseharian, Nizham memakai sistem sel tertutup. Satu anggota tak mengenal anggota lain, kecuali dalam satu usroh (grup) yang terdiri atas tujuh sampai 10 orang.

Dalam kitab At Tarbiyah As Siyasiyah ‘Inda Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin karangan Utsman Abdul Mu’iz Ruslan (diterjemahkan Era Intermedia, Solo,
2000) halaman 575–583, latihan Nizham dijabarkan dengan detail. Di antaranya, mereka mempelajari bela diri, senjata api, perang gerilya, bom dan bahan peledak, topografi, menyelam, serta infiltrasi (penyusupan) militer.
Mereka juga ahli ilmu sandi, terlatih memublikasikan selebaran (propaganda)
dan punya data semua institusi Yahudi di Mesir dan Timur Tengah. Selain itu, anggota Nizham mempelajari tafsir Alquran, menghafal 40 hadits Imam Nawawi, berpuasa sunah, dan disiplin membaca Alquran minimal 1 juz per hari.

Sistem Nizham ditiru Al Qassam. Bekal mental penting karena tiap hari mereka
diburu pasukan khusus Israel, Sayerat Matkal. Tapi, kematian memang jadi slogan impian tiap anggota Hamas (as syahid asma’ amanina). Yang sudah
meraihnya akan di-upload di situs resmi www.alqassam. ps.

Selain operasi militer, Hamas berhadapan dengan agen intelijen terhebat
sedunia HaMossad leModi’in uleTafkidim Meyuhadim (Mossad). Guru MI5
Inggris dan CIA itu amat piawai menyaru rupa. Seorang agen Mossad bisa
tampil bersurban dan berjenggot laksana Syeikh, tapi berceramah tentang hidup damai bersama Israel.Agen Mossad juga bisa tampil perlente layaknya Bernard Madoff, konglomerat perayu kelas kakap yang sukses menciptakan krisis finansial dunia.
Senyum manis ditambah taburan dolar bisa membuat politisi parlemen dan berbagai faksi politik lain di Palestina pecah belah teradu domba.

Untuk melawan Mossad, Hamas mengandalkan dukungan total dari rakyat Palestina. Hamas memang tinggal bersama mereka. Hamas membantu rakyat saat krisis pangan, menjadi guru madrasah anak-anak mereka, dan membangun terowongan jalur penyelundupan bawah tanah Rafah (Mesir)-
Gaza agar bayi-bayi Palestina punya susu untuk diminum. Hamas juga santun
kepada 3.000 warga Kristiani di Gaza. Tak heran, dalam pemilu pada 25 Januari 2006, Hamas meraup suara terbanyak.

Mereka juga punya koneksi gerakan di luar negeri yang solid. Ulama Hamas
Dr Nawwaf Takruri, dosen Universitas An-Najah Nablus, bahkan pernah berceramah di Masjid As Syukur, 200 meter sebelah selatan kantor Graha Pena, Jawa Pos, Jakarta pada November 2007. Dalam perang kali ini, mereka juga dibantu faksi jihad lain di Gaza. Karena itu, banyak pengamat militer
menilai agresi ini bakal sambung menyambung sepanjang 2009. Sebab, kader-
kader Hamas di Palestina dan seluruh dunia sudah berjanji tak akan mengerek
bendera putih. Mereka yang hanya punya batu akan terus melempar, roket
akan terus diluncurkan, dan senjatasenjata selundupan sudah terkokang.
Mereka yang tak bisa datang ke medan perang, akan menyumbang harta,
tulisan propaganda, dan doa-doa sepanjang malam. PM Israel Ehud Olmert,
Menhan Ehud Barak, dan Menlu Tzipi Livni, tampaknya bakal gigit jari lagi.

*. Ridlwan Habib,
wartawan Jawa Pos di Jakarta
(e-mail: ridlwan@jawapos. co.id)

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 07:56:27 | Permalink | No Comments »

Monday, November 10, 2008

Rahasia Wudu dan Kekuatan di Tangan

Oleh Shaykh Hisham al-Kabbani

Allah (swt) menunjukkan kepada kita apa yang benar apa yang salah. Dan apa yang benar telah dijelaskan dengan sangat baik oleh Nabi (s.a.w.), dan apa yang salah telah dijelaskan dengan baik sekali oleh Nabi (s.a.w.). Dan apa yang menguntungkan kita, Nabi s.a.w. adalah yang pertama kali menjelaskannya. Wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil `alameen. Apapun yang menguntungkan kita, dia bertanggung jawab untuk
menyampaikannya, atau dia akan ditanya mengapa dia menyembunyikannya.

Allah (swt) mempercayakan kepada Nabi dengan apapun yang Dia ciptakan, dan apapun yang Dia ciptakan dilepaskan (dikeluarkan) melalui risalah Nabi. Jadi melalui risalah (pesan) Allah, Nabi s.a.w. mampu untuk mencapai setiap orang, baik selama waktu (hidup) nya maupun setelah waktu (hidup) nya. Dia adalah yang pertama kali mengajarkan kepada para Sahaba (r.a.) penggunaan energy dan apa yang tersedia dari berbagai kekuatan berbeda di sekitar kita di dunia ini.

Terdapat banyak cara yang ditunjukkan Nabi s.a.w. kepada kita dalam uapaya penyembuhan, salah satunya adalah yang diuraikan dalam Hadith orang buta yang meminta Nabi s.a.w. untuk memulihkan pandangan matanya. Nabi mengajarkan kepadanya doa untuk dibaca, tetapi dia tidak mengatakan kepadanya, “Pergilah dan baca doa ini.”

Dia s.a.w. berkata kepada orang buta itu, “Langkah pertama adalah pergilah ke tempat mengambil wudhu dan ambila wudhu.” Itu artinya wudhu adalah awal (pembukaan) dari penyembuhan untuk setiap penyakit. Jika kamu tidak memiliki wudhu, upayamu untuk menyembuhkan penyakit itu akan minimal.

Kemanapun kamu mencapai, tingkat tinggi dalam perjuangan melawan ego dan mencegah keinginan ego, gunakanlah kekuatan (wudhu) itu bila kamu menentang ego itu, bangunlah kekuatan itu lebih besar dan lebih besar lagi, ketika energy negative meninggalkan kamu, energy positive (akan) bertambah.

Tetapi dengan (cara) wudhu yang ruibuan kali lebih kuat dari pada apa yang biasanya. Jadi Nabi (s.a.w.) berkata, “Pergilah ambil wudhu.”

Level pertama wudhu

Ketika kamu mengambil wudu, selain membaca niyyat apa yang pertama kali dikerjakan ? Itu adalah membasuh tangan sampai pergelangan, dan di antara jari-jemari. Ketika kamu membasuh kedua tangan, itu artinya gerak pertama yang kamu lakukan adalah menggunakan kedua tangan itu,
jadi energy level pertama berada di kedua tangan. Itulah mengapa kamu melihat orang yang berusaha belajar dan mengutip cara-cara Islam, khususnya orang India dan China yang meyakini Bhuddism, pertama kali mereka gunakan kedua tangan mereka sebagai sebuah methoda untuk melepaskan energy dari tubuh mereka, karena mereka mengumpulkan energy melalui tubuh mereka seperti seperti sebuah piringan, atau sebuah parabola.

Mereka mengumpulkan energi ini dan melepaskannya melalui kedua tangan mereka. Tubuh bertindak sebagai sebuah penampung energy. Melalui olah gerak mereka yang beragam dari latihan berat kepada keseluruhan tubuh, mereka mulai mendapatkan energy jenis itu dan mengkonsentrasikannya dan melepasnya melalui kedua tangan mereka. Untuk menyembuhkan orang sakit. Tiap segala sesuatu yang mereka gunakan dalam penyembuhan memiliki efek penggunaan energy.

Contoh terbaik dari hal ini adalah pembedahan laser, yang melalui technology modern, menggunakan cahaya laser untuk menyembuhkan penyakit mata dan bahkan kebutaan. Mereka tidak lagi menggunakan
peralatan (tangan), hanya laser.

Jadi orang buta tadi, ketika dia bertanya kepada Nabi s.a.w., Nabi memberinya sebuah petunjuk kunci bahwa melalui pelepasan energy, kebutaan itu akan pergi. Empat belas abad yang lalu Nabi s.a.w. menyembuhkan kebutaan melalui energy. Jadi apa yang kita pelajari dari peristiwa ini ? Ambil wudhu, dan sucikan dirimu.

Itulah dia s.a.w. berkata, “Senjata yang melindungi kamu dari musuh adalah adalah wudhu.”

Wudhu dapat melepaskan energy dan membakar (penyakit) nya dengan melepaskannya melalui kedua tangan. Orang buta itu belajar dari situ dan memanfa’atkannya, yang akan kita bicarakan kemudian.

Gerak wudhu

Orang (buta) tadi mengalami berbagai gerak yang berbeda-beda dan disembuhkan serta merta dari kebutaannya. Maka, ketika kamu mengambil wudhu :

Basuhlah kedua tanganmu dan kemudian saling gosokkanlah keduanya; putarlah tangan kanan pada tangan kiri dan tangan kiri pada tangan kanan. Kamu tidak boleh memulai dari tangan kiri memutari tangan
kanan; kamu harus memulai dengan tangan kanan memutari tangan kiri; kemudian,Bersihkan di antara jari-jemari dan jalin (silangkan)lah jari tangan satunya dengan jari tangan lainnya, berbentuk seperti ini, dengan
jempol kanan berada di sebelah kiri dan jempol kiri berada di sebelah kanan.

Mereka menggunakan ini dalam methoda penyembuhan Buddhist tanpa mengetahui rahasia Islam. Mereka melepaskan energy ini ke daerah tubuh yang terkena penyakit. Pertama kali, kamu menggunakan sepuluh
jari. Sepuluh (10) adalah kekuatan energy computer, satu dan nol. Energy itu yang Allah ajarkan kepada para programmer computer disalurkan kepada computers melalui tangan, dan kamu melihat semua
keajaiban kekuatan computers. Jadi jika computer itu memiliki kekuatan besar, energy itu dapat juga
disalurkan untuk penyembuhan. Merka menggunakan itu tanpa mengetahui sebab-musababnya; mereka tidak tahu aspek Islam nya, yang adalah satu dan nol. Itulah sebabnya jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis yang menghubungkan ujung-ujung jari kamu akan melihat bahwa kamu membentuk sebuah lingkaran. Itu berdiameter 20 cm.

Jadi tangan mewakili tubuh, dan ketika kamu membuka tubuh untuk membentuk sebuah lingkaran, seluruh tubuh berada di dalam tangan, sebagaimana itu diajarkan dalam reflexology. Melalui berbagai titik yang berbeda pada tubuh, kamu dapat disembuhkan. Level lebih tinggi dalam reflexology adalah tidak menyentuh; dalam hal demikian, kedua tangan bertindak sebagai semacam penerima energy positive, dan ketika kedua tangan direntangkan seperti sebuah piringan satellite (sebagaimana diajarkan dalam penyembuhan Islamic), tanpa berpikir atau berkhayal, namun menempatkan tubuhmu sebagai sebuah lingkaran sempurna, energy yang dipancarkan dari cosmos disalurkan kepadamu dan tubuhmu menerimanya, menyerapnya masuk kedalam tubuhmu dan meng-konsentrasikannya melalui jantung. Ini adalah sebuah teknik meditasi 15-menit yang akan kita bicarakan nanti.

Secara symbolis, inilah bagaimana seluruh tubuh adalah sebuah lingkaran dan tangan adalah sebuah lingkaran. Tubuh itu mendapatkan energy itu, menerimanya dari tangan kiri dan tangan kanan, dan menyalurkannya kedalam tubuh.

Jadi ketika kamu mulai membasuh kedua tangan dan menggosokkannya untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah isyarat tentang satu dan nol, dan kamu sesungguhnya meng-aktivkan kode yang Allah telah berikan
kepada kita melalui kedua tangan itu. Itulah sebabnya kita mulai menggosok kanan mengelilingi kiri dan kiri mengelilingi kanan. Jika kamu berdiri di hadapan sebuah cermin, kamu melihat pada refleksi (bayangan) mu bahwa kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Jika kamu berdiri dengan lengan direntangkan ke samping, kamu melihat lawannya. Jika kamu melihat dari sisi lainnya itu, kiri menjadi kanan dan kanan menjadi kiri. Itu karena kita adalah sebuah bayangan dari kenyataan (hakikat).

Di Langit (Surga) kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Ini artinya kanan harus tunduk kepada kiri, karena dalam `alam al-arwaah, kanan adalah kiri dan kiri adalah kanan. Disini di dunya adalah lawannya : kanan adalah kiri, sedangkan di akhira kiri adalah kanan! Disini di dunya, ketika kita membuat thawaaf keliling Ka’aba Shareef kita bergerak berlawanan arah jarum jam, bukan searah jarum jam, yang adalah bayangan cermin dari arah jarum jam di akhira, dimana kita bergerak kiri ke kanan : searah jarum jam.

Untuk meng-aktivkan kekuatan itu, Allah memberi tahu kita, “Aku meng-aktivkan kekuatanmu dari 99 asma’ul-husna yang Aku stempelkan pada kedua tanganmu.”

Menggosok memnimbulkan api dari dua batang kayu. Menggosok menimbulkan energy. Dengan menggosok kedua tangan selama wudu, air mencegah energy dari merembes keluar; itu membekukannya. Itulah sebabnya Silah al-mumin al-wudu (senjata kaum beriman adalah wudhu.) Segera setelah kamu menggosok, itu menimbulkan energy dan dengan menggosok di bawah pancuran air itu akan menahan energy di dalam tubuh untuk dilepaskan kemudian. Ketika kita menggosok kedua tangan kita mempersiapkan energy untuk disimpan dan ditabung untuk digunakan melawan musuh (kemudian).

Ketika kita mau menyembuhkan kita tidak menggunakan air Menggunakan air sewaktu wudu, kita mengumpulkan dan menyimpan energy. Dalam penyembuhan, kita menggosok tanpa air dan membuka tangan untuk melepaskan energy itu. Bagaimana kode itu di-aktivkan ? Jika kamu melihat pada tangan kanan mu padanya terdapat angka Arabic 18 dan pada tangan kiri terdapat angka Arabic 81. 18 plus 81 menjadi 99 asma `ul-husna Allah, setiap angka teridiri dari satu (1) dan delapan (8). Satu plus delapan (18), dan delapan plus satu (81) bersama menjadi 99. Tambahkan komponen 99 kesemuanya (18 = 1+8 and 8+1 = 81) dan kamu mendapatkan 9 lagi.

Ini menjelaskan arti dari titik sembilan dari diri, yang mewakili sembilan awliya yang bertangtgung jawab terhadap diri. Titik sembilan ini digunakan di dalam Enneagram; sebuah ajaran dari Asia Tengah, dari orang Naqshbandi, yang pernah saya terangkan. Mereka menggunakan ini dalam sebuah cara (interpretasi) linear, padahal dalam kenyataannya itu adalah sebuah lingkarang (ingat pada pengertian
thawaf – penterjemah) . Jika kamu membahas ini dengan (—-), aku mengajarinya bagaimana menggunakan hal itu. Mereka memiliki sembilan titik peluru (?) yang terdiri (membentuk ? – penteterjemah) dari keseluruhan system, keseluruhan tubuh.

Ketika kamu menggosok-gosokkan jari tangan kamu meng-aktivkan 99 asma `ul-husna Allah, yang pada gilirannya meng-aktivkan titik sembilan itu yang berada di dalam tubuhmu. Dengan contoh kita dapat
mengatakan apabila titik sembilan di-aktivkan, penerima itu kini dalam posisi “menyala”, energy masuk ke dalam (tubuh), itu mulai menerima, dan itu dibuat digital dan dilepaskan sebagai sebuah gambar dan sebuah suara, sangat mirip dengan yang kita lihat dalam masa kini dengan technology digital.

Demikian juga, tangan itu adalah lingkaran, dan ketika kita menggosok-kan mereka dan membuka mereka (kedua tangan kita itu), mereka mulai bertindak sebagai lingkaran satu terhadap lainnya, mengambil energy apapun yang mereka terima dan mengelolanya. Itulah sebabnya dalam ilmu bela diri mereka menggunakan kedua tangan, namun mereka tidak mengerti mengapa itu (kedua tangan) merupakan energy; mereka tidak mengerti tentang 99 asma `ul-husna dan bagaimana mereka dilindungi melalui (oleh ? – penterjemah) Asma itu. Mereka tidak tahu, meskipun demikian, Allah memberikan kepada siapapun yang Dia suka. Dia membiarkan mereka itu menggunakan kekuatan itu; mereka tahu terdapat kekuatan disitu, tetapi tidak tahu mengapa. Mereka membuat gerakan cepat dan menggunakan itu untuk membela diri mereka dan melindungi orang lain dan untuk mengalahkan musuh.

Ketika Nabi (s.a.w.) menyembuhkan mata Sayyidina `Ali, dia membuka baginya Ilmu Haqiqat itu. Itulah sebabnya melalui energy itu yang dimilikinya dalam kedua tangannya, dia dapat membawa (menyangga ? –
penterjemah) dunia ke pada lututnya, karena energy itulah yang membawa dunia ke pada lututnya.

Jadi ketika kamu meng-aktivkan angka 8 dan angka 1 dan angka 1 dan angka 8 (yang adalah 99 Asma), dalam numerology sembilan sama dengan nol dan kamu tidak menambah apapun dengan kedua (nol dan sembilan) angka itu, karena itu tidak lagi ada (exist). Itu berarti penyerahan diri, penyerahan diri secara sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu kamu dibawah penyerahan diri energy, berserah diri kepada energy Langit yang mendatangi.

Menjadi sebuah pipa penyalur bagi energi cosmic penyembuh milik Allah Kamu tidak lagi melihat dirimu yang beraksi, namun energy itulah yang beraksi, kamu menjadi nol. Seperti memasuki sebuah pesawat terbang atau kereta api atau mobil; mereka masing-masing berserah diri kepada  orang yang mengemudikan mereka. Kamu berserah diri kepada energy yang mendatangi dan kamu melepasnya ke luar. Tubuh mu menjadi seperti sebuah penerima dan sebuah pemantul. Penerima TV hanya bertindak sebagai penerima yang memantulkan citra (image) itu. Bukanlah mereka yang melakukan pekerjaan itu; itu adalah energy Langit yang melakukan pekerjaan itu.

Itu menunjukkan kepada kita seberapa jauh kita dapat menggunakan dengan angka-angka ini ketika kita meng-akltivkan mereka serentak – angka 18 dan angka 81 dan pentingnya angka 18 dan angka 81. Kita
akan tinggalkan hal itu sampai sessi berikutnya.Mengapa angka 18 dan mengapa angaka 81? Ini adalah penting, dan bahkan saya tidak tahu apa yang akan datang. Itu adalah sebuah perkenalan kepada techniques berbeda-beda yang mereka mencoba untuk mengutipnya tanpa mengerti latar belakangnya, dan bagaimana mereka dapat memberikan pengaruh lebih banyak melalui penyembuhan mereka.

Jadi setelah menggosokkan kedua tangan dan menyelenggarakan penyaluran energy, kamu masih berakhir pada angka 19. (Disini (kanan) adalah angka 18 dan disini (kiri) angka 81. Gabungkan mereka dan kamu
mendapatkan angka 99. Tambahkan angka 9 dan angka 9 ini, kamu mendapat angka 18. Tambahkan angka 1 dan angka 8, kamu mendapatkan angka 9. Jadi kamu meng-aktivkan angka 9.)

Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan itu, kini kamu melewatkan (mengucurkan) air itu (jika kamu memperhatikan, mereka yang tahu bagaimana mengambil wudhu, tidak semua orang tahu untuk saling menyilangkan jari), maka kamu meng-aktivkan angka 10. Angka 10 dan angka sembilan, menjadi angka 19. Dan akhir-akhir ini mereka mendapatkan bahwa setiap ayat dalam al Qur’an adalah pada sistem 19. Dan angka 19 ini, wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya. “…dan delapan akan, Hari itu, menyangga Singgasana dari Rabb-mu di atas mereka. (69:17) Dan mereka yang memegangi Neraka adalah 19.

Neraka adalah energy, jadi itu adalah kekuatan energy. Kamu meng- aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative. Kamu memerlukan racun untuk menyembuhkan racun – itulah sebabnya mereka memberikan kamu antibiotics (jika kamu keracunan oleh ulah virus – penterjemah) . Angka 19 itu adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab terhadap Neraka. Jadi kamu menggunakan energy negative itu yang datang dari mereka ini. Jika kamu mengalikan (negative – penterjemah) dengan negative kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari Neraka.

Ketika energy itu dilepaskan, itu sama sekali mengkancurkan racun di dalam system itu. Begitulah caranya kamu meng-aktivkan 19 serentak. Angka 8, yang terkait dengan angka 8 disini, angka 1 dan angka 8 dan angka 8 dan angka 1.

Ketika Singgasana Allah datang pada Hari Pengadilan, delapan malaikat memikulnya. Itu artinya mereka memikul angka 1 itu; angka 8 memikul angka 1. Allah mengungkapkan hal ini di dalam kedua tangan kita. Kamu juga meng-aktivkan energy baik ketika kamu melepaskannya. Setelah kamu menghancurkan energi negative dengan energy negative, kamu mau mendandani (memberi busana) mereka dengan angka 8 dan angka 1 (energy baik dari Langit). Itulah sebabnya orang yang sakit merasa kuat dan bahwa mereka disembuhkan.

Ketika kamu meng-aktivkan energy Langit dengan menggosok-gosokkan kedua tangan, kamu meng-aktivkan angka sembilan; itu adalah penyerahan diri yang sempurna. Kini kamu membiarkan tubuhmu untuk terserah diri kepada energy cosmic yang kamu terima, yang adalah energyy yang membakar.

Ketika kamu meng-aktivkan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu. Energy negative ini tidaklah buruk karena itu adalah kekuatan dari satu yang negative, dan kamu mengalahkan musuh dengan menggunakan
alat yang dipakai musuh. Sebagai contoh hal ini adalah energy dari matahari yang adalah satu energy api, tetapi pada saat yang bersamaan itu menyembuhkan dan berguna. Kamu menggunakan negative untuk
menyembuhkan negative untuk menghancurkanya sama sekali. Dengan cara ini, kamu tidak menyisakan apa-apa dengan mereka (membersihkannya) , dan kemudian ativkan angka 8 dan angka 1.

Insha`Allah kita akan teruskan dengan lebih banyak lagi mengenai penyembuhan ini segera.

Bi hurmat al-habib bi hurmat al-Fatiha.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 07:19:22 | Permalink | No Comments »

Monday, November 3, 2008

KAPITALISME PASTI HANCUR DUNIA KINI BERHARAP PADA ISLAM

 

Krisis kredit properti telah bereaksi, kubangan hutangnya semakin melebar, para penghutangnya pun tidak mampu bayar. Akibatnya, bank dan institusi keuangan terbesar di Amerika, bangkrut atau nyaris bangkrut.

 

Sejumlah institusi keuangan telah memperkirakan kerugian akibat kredit properti tersebut, di Amerika saja mencapai 300 miliar dolar AS, dan di negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dolar AS. Sejumlah negara, khususnya negara kaya, mulai menggelontorkan dana miliaran dolar ke pasar modal untuk menopang pasar dan mem-backup likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas ekonomi. Bahkan sebagian ada yang melakukan intervensi langsung sampai pada level menasionalisasi sebagian bank, sebagaimana yang terjadi di Inggris.

 

Begitulah, prinsip sistem ekonomi kapitalis terpenting—yaitu pasar bebas dan tidak adanya intervensi negara—telah runtuh. Bahkan kampiun Kapitalisme, yaitu Amerika Serikat, mengumumkan intervensi negara di pasar modal atas persetujuan Kongres saat ini dengan kedua unsurnya, yaitu Senat dan DPR (House of Representatives), dalam rencana penyelamatan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Amerika, Henry Poulson, dengan suntikan 700 miliar dolar AS guna membeli hutang beracun (toxic debt) bank-bank dan institusi keuangan yang ambruk karena kredit properti.

 

Berbagai langkah juga telah dilakukan secara global. Empat negara besar Eropa—Prancis, Jerman, Inggris dan Italia—segera mengadakan pertemuan, dan mengundang pertemuan lebih luas untuk mengkaji sistem moneter mereka. Para menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam G-7 atau G-8 ditambah Rusia mengadakan pertemuan dalam waktu dekat di Washington.

 

Apakah upaya-upaya ini akan bisa menyelamatkan ekonomi kapitalis?

 

Sebenarnya, semua rencana penyelamatan itu hanya akan menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menyentuh dahan-dahannya.

 

Akar masalahnya sebenarnya ada empat. Pertama: disingkirkannya emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar Amerika sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton Woods, setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata uang pada awal dekade 70-an, telah mengakibatkan dolar Amerika mendominasi perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di Amerika pasti akan menjadi pukulan telak bagi perekonomian negara-negara lain. Sebabnya, sebagian besar—jika tidak keseluruhannya—cadangan devisa mereka ditopang dengan dolar yang nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan kertas dan tulisan yang tertera di dalamnya. Setelah mata uang Euro memasuki arena pertarungan, baru negara-negara tersebut menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk mata uang non-dolar. Meski demikian, dolar tetap memiliki prosentase terbesar dalam cadangan devisa negara-negara tersebut secara umum.

 

Karena itu, selama emas tidak menjadi cadangan mata uang, krisis ekonomi seperti ini akan terus terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dolar dengan segera akan menjalar ke perekonomian negara-negara lain. Bahkan dampak krisis politik yang dirancang Amerika juga akan berakibat terhadap dolar, yang berarti juga berdampak pada dunia.

 

Kedua: hutang-hutang riba juga menciptakan masalah perekomian yang besar hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan prosentase riba yang diberlakukan padanya. Terjadinya krisis pengembalian pinjaman dan lambannya roda perekonomian adalah karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan atas untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.

 

Ketiga: sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan—bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli—adalah sistem yang batil dan menimbulkan masalah, bukan menyelesaikan masalah. Pasalnya, naik-turunnya transaksi terjadi tanpa proses serah-terima, bahkan tanpa adanya komoditi yang bersangkutan. Semua itu memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar.

 

Keempat: ketidaktahuan akan fakta kepemilikan. Kepemilikan di mata para pemikir Timur dan Barat ada dua: kepemilikan umum yang dikuasai oleh negara, sebagaimana teori Sosialisme-Komunisme, dan kepemilikan pribadi yang dikuasai oleh kelompok tertentu.

 

Ketidaktahuan akan fakta kepemilikan ini memang telah dan akan menyebabkan goncangan dan masalah ekonomi. Itu karena kepemilikan tersebut bukanlah sesuatu yang dikuasai oleh negara atau kelompok tertentu, melainkan ada tiga macam:

 

 

1.      Kepemilikan umum: meliputi semua sumberdaya alam, baik yang padat, cair maupun gas; seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas; termasuk semua yang tersimpan di perut bumi dan semua bentuk energi; juga industri berat yang menjadikan energi sebagai komponen utamanya. Negara harus mengekplorasi dan mendistribusikannya kepada rakyat, baik dalam bentuk barang maupun jasa.

2.      Kepemilikan negara: meliputi semua kekayaan yang diambil negara, seperti pajak dengan segala bentuknya serta perdagangan, industri dan pertanian yang diupayakan oleh negara, di luar kepemilikan umum. Semuanya ini dibiayai oleh negara sesuai dengan kepentingan negara.

3.      Kepemilikan pribadi. Kepemilikan ini bisa dikelola oleh individu sesuai dengan hukum syariah.

 

 

Sosialisme gagal dalam bidang ekonomi karena telah menjadikan semua kepemilikan dikuasai oleh negara. Kondisi inilah yang mengantarkan pada kehancuran.

 

Kapitalisme juga gagal dan kini sampai pada kehancuran. Itu karena Kapitalisme telah menjadikan individu, perusahaan dan institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum, seperti minyak, gas, semua bentuk energi dan industri senjata berat sampai radar. Pada saat yang sama, negara tetap berada di luar pasar dari semua kepemilikan tersebut. Hasilnya adalah goncangan secara beruntun dan kehancuran dengan cepat, dimulai dari pasar modal, lalu menjalar ke sektor lain, dan dari institusi keuangan menjalar ke yang lain.

 

Begitulah, Sosialisme-Komunisme telah runtuh, dan kini Kapitalisme sedang atau nyaris runtuh.

Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi yang ampuh dan steril dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benar-benar telah mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi.

 

Pertama: Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus ditopang dengan emas dan perak, dengan nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak berubah.

 

Kedua: Sistem ekonomi Islam melarang riba, baik nâsi’ah maupun fadhal, juga menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan (bunga) dari uang pokoknya. Di Baitul Mal kaum Muslim juga terdapat bagian khusus untuk pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para petani, sebagai bentuk bantuan untuk mereka, tanpa ada unsur riba sedikit pun di dalamnya.

 

Ketiga: Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Karena itu, haram menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan.

 

Empat: Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan untuk memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik yang digunakan sebagai bahan bakar. Islam menjadikan negara sebagai penguasanya sesuai dengan ketentuan hukum syariah.

 

Begitulah, sistem ekonomi Islam benar-benar telah menyelesaikan semua kegoncangan dan krisis ekonomi yang mengakibatkan derita manusia. Ia merupakan sistem yang difardhukan oleh Tuhan semesta alam, yang Mahatahu atas apa yang baik untuk seluruh makhluk-Nya. Allah SWT berfirman:

 

 

﴿أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ﴾

 

 

Apakah Allah Yang Maha menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian lahirkan maupun yang kalian rahasiakan), sementara Dia Mahahalus lagi Mahatahu? (QS al-Mulk [67]: 14).

 

 

Wahai kaum Muslim:

 

 

Sesungguhnya Allah SWT telah memberi Anda sekalian kedudukan yang agung melalui agama Islam yang agung ini. Dengannya, Anda dulu pernah menjadi umat terbaik yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia. Penerapan Islam juga telah menjadikan Anda bahagia, bahkan membahagiakan seluruh umat manusia.

 

Hanya saja, penerapan Islam yang agung ini tidak cukup hanya dengan mengumpulkannya di dalam kandungan buku, melainkan dengan mendirikan negara yang mengemban dan menerapkannya, yaitu Negara Khilafah Rasyidah yang akan menghidupkan Anda dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan.

 

Namun, Allah tidak pernah menurunkan malaikat yang akan mendirikan negara untuk Anda, sementara Anda hanya berdiam diri. Justru upaya mendirikannya merupakan kewajiban agung atas diri Anda. Sebab, Rasulullah saw. telah mendirikan negara di Madinah. Langkah Baginda ini kemudian diikuti oleh para Sahabatnya—semoga Allah benar-benar meridhai mereka dan para tâbi’în.

 

Karena itu, singsingkanlah lengan baju Anda sekalian, wahai kaum Muslim. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, bantu dan dukunglah Hizbut Tahrir. Mohonlah anugerah kepada Allah agar Anda bersama-sama dengan Hizbut Tahrir termasuk orang-orang yang dimuliakan oleh Allah. Melalui tangan-tangan merekalah Allah SWT akan mewujudkan janji-Nya—untuk memberi mereka kekuasaan di muka bumi—dan kabar gembira (busyra) Rasulullah saw. akan kembalinya Khilafah yang mengikuti metode kenabian untuk kedua kalinya.

 

Andalah, wahai kaum Muslim, yang akan menjadi mercusuar dunia, pengemban obor kebaikan di dalamnya, serta paling berhak dan layak untuk memimpinnya. Allah SWT berfirman:

 

 

﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ﴾

 

Allah Mahakuasa atas segala urusan-Nya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS Yusuf [12]: 21).

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 03:10:23 | Permalink | No Comments »

Lonceng Kematian Kapitalisme

Moris Berman, 63 tahun, ahli sejarah kebudayaan kelahiran New York, yang memperoleh Ph D dari Johns Hopkins University, menulis buku Dark Ages America: The Final Phase of Empire (Norton, 2006),  yang meramalkan imperium Amerika segera akan rubuh. Ia mendeskripsikan Amerika sebagai sebuah kultur dan emosional yang rusak oleh peperangan, menderita karena kematian spiritual dan dengan intensif mengeskpor nilai-nilai palsunya ke seluruh dunia dengan menggunakan senjata. Republik yang berubah menjadi imperium itu berada di dalam zaman kegelapan baru dan menuju rubuh sebagaimana dialami Kekaisaran Romawi

Apa yang tulis oleh Moris Berman tampaknya semakin menunjukkan kebenarannya. Pertama, AS adalah perabadaban emosial yang rusak oleh peperangan. Ya, memang perang tidak bisa dilepaskan dari negara adi daya ini. Bisa hampir dipastikan di mana ada konflik, di mana ada perang, kemungkinan di situ ada Amerika . Negara ini memang pecandu perang dengan berbagai alasan.

Jamil Salmi dalam violence and democatic society mencatat negara Paman Sam ini antara tahun 1945 sampai 2001 saja sudah melakukan 218 kali intervensi terhadap negara lain. Amerika juga merupakan otak kudeta berdarah di berbagai negara. Genocide atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme juga telah menimbulkan korban sipil yang sangat besar di Irak dan Afghansitan. Pasca pendudukan AS, korban rakyat sipil Irak hampir mencapai angka 1 juta orang.

Negara ini memang haus darah dan mesin pembunuh. John Pike dari www.GlobalSecurity.org, sebuah grup riset, tentara Amerika menghamburkan 250.000 peluru untuk menembak mati tiap seorang gerilyawan. Biaya perang demikian besar. Staf Partai Demokrat di Kongres menghitung dari 2002 sampai 2008, perang yang lebih panjang dibanding Perang Dunia kedua itu, menghabiskan 1,3 trilyun dollar

Menurut Salmi AS juga merupakan pendukung pemerintah refresif di berbagai negara. Mendukung pemerintahan Syah Reza Pahlevi di Iran yang dikenal diktator, raja-raja Arab yang refresif, termasuk Suharto di masa orde Baru. Pasca perang dingin negara ini mendukung Musharaf penguasa diktator Pakistan yang kemudian dilengserkan oleh rakyatnya , Husni Mubarak di Mesir, atau Karimov di Uzbekistan. Jangan dilupakan negara ini merupakan pendukung setia rezim teroris Israel yang hingga kini secara sistematis membunuh kaum muslim di Palestina.

Negara ini juga memang mengalami krisis spritual yang akut. Kapitalisme dengan sistem sekulernya telah mengerdilkan agama sekedar urusan ritual, moralitas, dan spritual. Sementara dalam aspek sosial, politik, dan kenegaraan, agama dicampakkan. Kehidupan sosial dan politik pun menjadi buas, rakus, dan kering karena tidak diatur agama. Masyarakat pun menganggap agama tidak lagi menjadi begitu penting dalam kehidupan mereka. Meskipun tentu saja banyak diantara mereka yang masih beragama. Sebab mereka tidak melihat agama sebagai solusi praktis dalam persoalan sosial politik mereka.

Implikasi dari pencampakan agama ini , masyarakat AS mengalami kerusakan pranata sosial yang akut. Tingginya tingkat kriminalitas, stress, pornografi , aborsi dan pelacuran menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari negara kapitalis ini. Menurut studi yang dilakukan oleh National Victim center pada tahun 1992, 1,3 wanita yang berumur 18 tahun keatas di USA diperkosa dengan paksa setiap menit; 78 wanita per jam; 1.871 wanita per hari, atau 683,000 korban per tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan, jumlah pengidap virus tersebut mencapai 1,1 juta orang. . Sangat mengerikan!

Seperti kata Berman negara adi daya ini juga intensif mengekspor nilai palsunya dengan ancaman sejata. Atas nama HAM, Demokrasi,liberalisme, pasar bebas dan perang melawan terorisme mereka melakukan apa saja termasuk menjajah Irak dan Afghanistan. Di sisi lain ide-ide yang mereka usung penuh dengan kepalsuan dan kemunafikan.

Mereka mengatakan penegakan HAM berlaku sama bagi setiap umat manusia. Di sisi lain, negara Paman Sam ini merupakan pelanggar HAM nomor wahid di dunia. Berdasarkan HAM seharusnya seseorang baru bisa ditahan kalau setelah ada dakwaan yang jelas dan didampingi pengacara. Tapi lihatlah apa yang dilakukan AS, puluhan ribu orang ditahan tanpa ada dakwaan yang jelas, tanpa bukti dan tidak didampingi pengacara. Mereka dijeblokan dan disiksa dalam penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara-penjara di negara-negara diktator lainnya yang mendukung AS.

Kisah memilukan seorang muslimah Pakistan , DR Aafia Siddiqui mencerminkan peradaban busuk negara kapitalis. Wanita yang dikenal ahli genetik dan biologi jaringan saraf ini hilang bersama ketiga anaknya saat pulang ke Pakistan. Banyak yang menduga dia diculik dan diserahkan otoritas Pakistan ke FBI.

Sekarang Aafia Siddiqui menghadapi proses pengadilan politik di AS atas nama perang melawan terorisme. Wanita dengan berat badan 45 kg saat dinterogasi ditembak dadanya. Wanita yang lemah dan renta ini , berdasarkan cerita versi AS merebut senjata perwira AS yang menahannya. Rehman direktur HAM Pakistan mengatakan cerita pemerintah AS ini merupakan menjadi kebohongan terbesar di abad ke 21

Mereka bicara demokrasi harus ditegakkan lewat dukungan rakyat dan tanpa kekerasaan (non violance). Tapi lihatlah di Irak dan Afghanistan, demokrasi dipaksakan di negara dengan senjata. Mereka bicara bahwa setiap rakyat berhak mengekspresikan keinginan mereka, namun AS dengan berbagai cara menghalangi upaya kaum muslim di dunia untuk menerapkan syariah dalam kehidupan negara dan politik mereka. Negara-negara Barat dengan tudingan teroris menggunakan penguasa-penguasa negeri muslim yang merupakan kaki tangan mereka untuk meredam, menghalangi, hingga menyiksa siapapun yang ingin memperjuangkans syariah Islam.

Lonceng kematian ini pun semakin kuat terdengar, dengan krisis keuangan yang dialami oleh AS dan negara-negara Eropa saat ini. Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar ini akhirnya dinyatakan Inilah akhir nasib suatu bank besar dan tertua yang berdiri di negara bagian Alabama tahun 1844 dan jatuh begitu saja– padahal di tahun 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 bilyun dolar dan di bulan Maret lalu masih sempat dinyatakan oleh majalah Business Week sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas di tahun 2008. Namun kini, Lehman bernilai tidak lebih dari cuma 2 bilyun dolar saja.Efek domino dari krisis ini pun menjalar ke bidang lain. Pasar saham dunia terguncang. Krisis ekonomi globalpun diambang pintu.

Ekonomi Kapitalisme tengah tenggelam dalam kehancurannya. Kehancuran ekonomi kapitalisme tidak bisa dibendung lagi. Meskipun masih ada yang menyakini AS akan mampu bertahan. Ekonom dan profesor di University of Texas, James Galbraith meyakini perekonomian AS akan mampu bertahan menghadapi hantaman krisis ini karena posisi mata uang dollar masih cukup kuat. Sementara Gerald Friedman, ekonom, profesor di University of Massachussets ragu mengatakan bahwa krisis ekonomi AS adalah tanda-tanda berakhirnya sistem ekonomi kapitalis. Meski demikian ia mengakui AS telah mengalami krisis finansial yang sangat serius dan jika salah menanganinya akan menyebabkan resesi yang cukup serius bahkan depresi.

Namun yang jelas, krisis ini akan terus membesar. Krisis ini juga kembali membuktikan bahwa sistem kapitalisme sangat rapuh yang dikenal dengan The Bubble Economy . Ekonomi kapitalisme bagaikan balon yang terus membesar namun sangat rapuh. Hizbut Tahrir dalam bookletnya yang berjudul Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam, telah menjelaskan pangkal kerapuhan dari sistem ekonomi ini ada tiga : sistem perseroan terbatas (PT), sistem perbankan ribawi, dan sistem uang kertas inkorvertibel (flat money).

Sistem diatas telah menumbuhsuburkan ekonomi non riil yang nilai transaksinya jauh lebih besar dari ekonomi riil. Terjadi pula kesenjangan dan penumpukan modal pada segelintir orang. Majalah “The Economist” dalam analisisnya terhadap krisis menggarisbawahi pandangan tersebut:” penumpukan kekayaan dan bencana adalah bagian dari sistem keuangan Barat”

Sistem kapitalis dibangun atas dasar kerakusan. Ideologi materialisme yang hanya mementingkan kekayaan telah membuat masyarakat terutama pemilik modal besar menjadi rakus. Tidak pernah puas terhadap produksi yang mereka hasilkan dan tidak pernah puas terhadap prilaku konsumtif mereka. Ironisnya, mereka melanggar prinsip ekonomi mereka sendiri yang mengatakan negara tidak boleh campur tangan. Lewat Bailout , pemerintah Bush justru mengeluarkan dana 700 milyar US dollar untuk membantu perusahaan AS yang akan ambruk.

Terakhir, menarik apa yang dikatakan Gerald Friedman tentang apakah krisis ini akan menghancurkan sistem kapitalisme. “Dan yang lebih penting lagi, sebuah sistem kapitalis atau sistem sosial apapun hanya bisa dihancurkan oleh sistem yang berlawanan yang didukung oleh munculnya kelas-kelas dalam perekonomian,” jawab Friedman. Ya memang benar sistem kapitalis tidak akan hancur kalau tidak ada sistem yang berlawanan yang menjadi alternative yang menentangnya . Bagi kita sistem yang berlawanan itu, yang akan menghancurkan kapitalisme adalah sistem Khilafah yang akan menerapkan ekonomi syariah. Semoga.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 03:07:37 | Permalink | No Comments »

Kafir Tersembunyi

Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Qubrusi al-Haqqani

Jika seorang manusia tidak waspada akan Mata Allah yang selalu
mengawasinya dimanapun - di setiap waktu , maka dia bukanlah seorang
mukmin. Kalian harus membayangkan dalam hati, bahwa Mata Allah selalu
bersama kalian. Jika kalian melupakan “Mata Tuhan” maka kalian
sedang dalam genggaman ego.

Jika seorang manusia melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah,
Nabi dan Awliya, maka dia di golongkan sebagai seorang “kafir
tersembunyi” . Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik
berupa kufr yang nampak dan yang tidak tampak. Untuk itu kalian harus
waspada akan perbuatan yang terlihat mata dan juga perbuatan yang
tersembunyi. Perhatikan setiap tingkah laku dan yang akan kalian
kerjakan, sehingga semuanya membuat Allah, Nabi dan Awliya bahagia.
Jika perbuatan itu membuat “Mereka ” bahagia, maka boleh kalian
kerjakan, jika tidak, kalian harus meninggalkannya.

Jika seorang manusia menimbang segala perbuatannya didunia ini, maka
tidak akan ada yang perlu ditimbang lagi saat Hari Pengadilan nanti.
Nabi bersabda : ” Adalah lebih membahagiakan bagi Allah jika
seseorang duduk sejam untuk berpikir dan menimbang segala
perbuatannya daripada dia beribadah selama 70 tahun.” Mengapa ?
karena kalian bisa menghapus 70 tahun ibadah dengan sebuah perbuatan
yang Allah tidak meridhainya; namun jika kalian menimbangnya dulu
dengan merenungkannya, maka kalian mampu meninggalkan perbuatan itu
dan menghindari petakanya.

Death Experiences
by Susan Fine

Saya akan bercerita tentang sebuah rahasia. Kadang-kadang hati dan
nafas saya berhenti untuk sekian menit, ya saya meninggal… dan saya
pergi menuju neraka.
Banyak orang mengira diri mereka baik, melupakan atau tidak peduli
dengan keburukan yang mereka lakukan. Jika mereka percaya akan
neraka, mereka mengira seseorang dimasukkan kesana sebagai hukuman,
tinggal selamanya di sana. Guru-guru sufi kami mengajarkan bahwa
kitalah yang menghukum diri sendiri dan mengirim ke neraka atau
kesurga. Neraka bukan sebagai tempat hukuman, tapi untuk
pembersihan. Inilah hal yang paling susah, paling berat untuk
membersihkan diri, sedangkan kita tidak tahu tentang hal itu.

Orang-orang suci membersihkan pengikutnya sebelum mereka meninggal.
Cintailah para nabi, guru-guru, awliya – semoga rahmat tercurah pada
mereka. Dan ajaran pada kitab suci menyiapkan kita untuk surga.

Tiap saya ” meninggal “, saya temukan tempat berbeda-beda di neraka.
Ada satu tempat dimana saya melihat segala hal buruk yang telah saya
lakukan dengan anggota badan ini. Segala hal yang tidak kita ingat,
perbuatan buruk yang sama sekali tidak kita sadari, tubuh ini begitu
menderita saat kita memukul orang , membanting pintu, memukul
dinding atau berjalan bagai bulldozer diatas bumi tanpa menghormati
Tuhan dan ciptaan-Nya. Semua orang yang berada di tempat itu amat
menderita, terus menerus menangis. Saya berada disana saat berusia
12 tahun. Sungguh tempat yang mengerikan. Sayapun menangis, ” Ini
tidak adil ! saya hanya seorang anak kecil! saya tak tahu tempat apa
ini dan apa yang membuat saya datang ke sini. “
Lalu ada sebuah suara : “Itulah yang dikatakan semua orang yang
berada disini,” saya mendengar ribuan orang menangis, mengatakan
hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah sangat tua, mereka
meraung –raung, ” Saya masih kecil waktu itu, saya tidak tahu apa-
apa.”

Ada lagi tempat yang lebih mengerikan, dimana kalian mendengar
segala hal buruk yang pernah terucap oleh lidah , kata-kata yang
dulu pernah kalian tujukan pada orang-orang, bahkan kata-kata yang
kalian tidak sadar bahwa itu menyakitkan bagi mereka; bercanda yang
mengakibatkan sakit hati ; kata-kata fitnah ; setiap ucapan yang
pernah diteriakkan atau dibisikkan secara rahasia ; setiap teguran
keras ; tuduhan yang salah; hinaan ; semuanya kembali berteriak pada
kalian di tempat ini dan tubuh terasa amat pedih terbakar oleh api
namun sama sekali tidak hancur. Saat itu saya berusia 18 tahun
karena kasus pneumonia. Sebuah tempat dimana hanya ada api, suara-
suara, rasa malu dan kepedihan.

Kemudian ada tempat yang lebih parah lagi, dimana segala pikiran
buruk timbul ; saat-saat dimana kita meragukan Tuhan, marah dan
jijik akan ciptaan-Nya, menyesali diri sendiri atau merasa superior
dibanding yang lain. Semua dosa ini terjadi dalam pikiran, semua
diperlihatkan pada kalian dan pikiran-pikiran itu seperti menggigit
dan mendorong kalian. Kalian tahu bahwa pikiran itu tidak terbatas
dan dipenuhi dengan penderitaan yang tidak terbatas pula, sungguh
sangat menyiksa. Sangat susah untuk pergi dari tempat itu, pikiran
kita tak mampu kabur dari sana. Bahkan untuk menghafal satu doa
saja, pikiran kita susah melakukannya. Tidak ada memori, pikiran
buruk masa lalu terus menerus muncul, berulang-ulang. Jika satu do’a
muncul spontan di kepala, satu kali saja, menyebut salah satu nama
Allah yang terlintas dipikiran - maka semuanya menjadi diam,
kepedihan hilang, dan kita dapat pergi meninggalkan tempat itu -
namun kegaduhan itu membuat kita susah untuk mencari ketenangan.

Orang-orang yang pernah meninggal, pergi ke tempat-tempat seperti
itu. Lalu kembali ke raganya saat dokter menekan alat-alat pada
tenggorokan, memompa jantungnya agar bisa berdenyut kembali. Mereka
lalu berkata ,” Oh, jika saya hafal satu doa, maka di dalam neraka
sana, doa itu tidak akan pernah terlupakan. Dan jika tujuan saya
hanya Tuhan saja maka saya akan selamat. ” Namun untuk selanjutnya
mereka akan berpikir, ” Pasti saya sudah berpikiran yang bukan-bukan
waktu tidak sadarkan diri.”

Yang paling tidak enak adalah setelah kalian pergi ke neraka, nafas
kalian berhenti, jantung berhenti berdetak, lalu Tuhan membuat
semuanya “hidup” lagi. Kalian kembali pada kehidupan dengan
kenyataan bahwa sekarang kalian bukanlah tubuh yang berkeliaran di
dunia ini, bukan pula lidah dan suara-suara yang bisa bernyanyi
ataupun mengumpat seenaknya, bukan pula pikiran yang berkelana dan
dipenuhi gambaran-gambaran menyenangkan. Kalian telah sadar bahwa
kehidupan ini bukan untuk selamanya, kematian bukanlah final, tidak
satupun yang pasti, siapapun kalian, jutaan orang di bumi atau di
neraka tidak lebih baik atau lebih buruk dari kalian sendiri,
kalianpun merasa sendirian.

“Kesadaran” mampu meninggalkan suatu tempat, menuju kemanapun
didunia ini atau bahkan ke tempat-tempat di neraka dan di surga.
Selubung diangkat saat terjadi kematian, tali telah dipotong saat
kembali pada kehidupan ini, dan segala hal yang dikira baik atau
penting sebelum hal ini terjadi, sekarang menjadi tidak berarti sama
sekali.

Memahami Spiritualitas Dengan Hati
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani

Khidir a : ” Kapan Adam diciptakan ?”
Jibril as : “Adam yang mana yang kamu bicarakan ?”
Khidir as : ” Bukankah Adam-mu sama dengan Adam-ku ?”
Jibril as : ” Itu Adam yang terakhir. Ada 124.000 Adam-
Adam yang telah datang dan pergi. Setiap dari mereka mempunyai
Hari Kiamat, dan sekarang kita sedang berada di masa Adam yang
terakhir.”
Khidir as : ” Jadi kapan sebenarnya Allah menciptakan
dunia ini ?”
Jibril as : ” Aku akan memberitahumu apa yang aku tahu
saja.”
Khidir as : ” Aku sedang mendengarkan. Ceritakanlah! “

Jibrilpun mulai bercerita, ” Suatu ketika, aku bertanya pada Allah
agar menunjukkan Ciptaan-Nya padaku. Allah berkata padaku, `Ya
Jibril, pergilah ke tempat itu dimana kamu akan mendapat
pengetahuan. ‘ “

Ketika turun membawa wahyu untuk Nabi, Jibril hanya menggunakan 2
sayap dari 600 sayap-sayap yang beliau punyai. Hanya dengan kedua
sayapnya, cukup untuk menutupi tempat antara tempat asalnya sampai
ke bumi. Beliau tidak membuka seluruh sayapnya, karena terlalu kecil
jaraknya. Namun ketika Allah memintanya untuk pergi ke suatu tempat,
Jibril mengatakan :

“Aku buka seluruh sayapku untuk pergi ke tempat itu, dengan kecepatan
yang Allah berikan padaku yang tidak seorangpun mengetahuinya. Aku
terus terbang dan terbang dalam Waktu Allah. Ketika aku merasa lelah,
akupun berhenti. Ketika aku berhenti, aku melihat semua waktu dan
jarak yang telah kutempuh seperti lautan pasir kristal. Kristal-
kristal itu amat kecil dan bercahaya. Lalu aku bertanya pada
Allah :’Tempat apakah ini ?’ Tuhan-pun menjawab : `Ini hanyalah sudut
yang sangat kecil dari tempat yang Aku maksud. Ini belum sampai di
pertengahan `tempat’ itu.’

“Aku kembali membuka sayap-sayapku dan terbang menjelajah `Waktu’
lainnya, dua kali besarnya dari waktu yang pertama. Namun masih saja
aku belum sampai di tengah `tempat’ yang aku tuju, dimana-mana hanya
terlihat kristal-kristal kecil dan mengkilap. Pada akhirnya, Allah
berkata kepadaku, ` Ya Jibril, sekarang mintalah untuk terbang dengan
Kekuatan-KU. ” Lalu dengan Kekuatan Allah, aku bergerak dengan
kecepatan yang tidak akan pernah terbayangkan oleh manusia. Sampailah
aku di pertengahan `tempat ` itu. Aku melihat sebuah pohon berwarna
hijau dan seekor burung yang juga berwarna hijau bertengger disana.
Setiap detik burung itu terbang turun, kemudian mengambil sebutir
kristal, memakannya dan terbang kembali ke atas pohon. Akupun
bertanya,
‘Ya Allah, apakah itu ? `
`Burung itu adalah kekasih-Ku Muhammad saw.’
`Dan apakah kristal-kristal itu ?’
`Setiap butir kristal itu adalah sebuah jagad raya yang berbeda-beda.
Muhammad adalah Nabi bagi seluruh jagad raya itu. Apa yang sedang
kamu lihat adalah Ciptaan-Ku yang tiada batas akhirnya. Dan Muhammad
saw adalah Nabi-Nabi mereka, Awliyanya adalah 124.000 awliya. Begitu
Nabi memakan butiran jagad raya itu, Akupun menciptakan yang baru,
dan hal itu tidak akan pernah berakhir.’

Itulah kebesaran Nabi kita, jangan pernah meremehkan kekuatan
beliau. Kadang ketika saya mengatakan apa yang saya dengar dari
Syaikh, saya menggunakan ` kata-kata yang menyilaukan’ sehingga
membuat hati bahagia, namun dibalik itu ada ribuan dan ribuan
rahasia serta hikmah yang tiada batas dari Samudra Pengetahuan yang
tidak akan pernah berakhir. Kami tidak akan berhenti berbicara dan
pengetahuan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sebagaimana Ciptaan
Allah tidak pernah berakhir, pengetahuanpun tidak akan pernah
berakhir ; karena ilmu pengetahuan adalah Ciptaan Allah juga.

Pikiran kita adalah pikiran yang diciptakan. Dengan pikiran yang
terbatas, kalian tidak akan mampu memahami apa yang tidak terbatas.
Pikiran hanya terbatas pada pengetahuan yang dimilikinya. Kalian
tidak akan mampu memahami Tuhan dengan pikiran itu. Pikiran tidak
mungkin memahami Yang menciptakannya. Sesuatu yang diciptakan tidak
akan mampu memahami Penciptanya. Namun hati mampu.

Wa quli-r-ruhu min amri Rabbik. Firman Allah dalam Qur’an : “Ya Nabi,
katakan pada umatmu bahwa ruh dan jiwa berasal dari-Ku.” Karena
itulah, kita mampu memahaminya. Pikiran dan tubuh berasal dari bumi
sedang ruh berasal dari Allah. Wa nafakhtu fihi min ruhi ” Telah Aku
tiupkan Ruhku pada Adam.” Itulah mengapa Tuhan memerintahkan iblis
untuk bersujud, bukan bagi tubuh Adam, namun bagi ruhnya, karena ruh
itu berasal dari Allah.

Jadi, dengan memusatkan diri melalui roh. kita bisa memahami
kearifan dan pengetahuan yang tersembunyi. Apakah penghalang antara
kita dalam menggunakan roh? yaitu ego kita. Saya menghadapi masalah
di Amerika ini, mereka selalu mengatakan,
” Kami telah diajari untuk bangga pada diri sendiri sejak kami kecil.
Untuk meninggikan ego kami.” Saya katakan bahwa itu adalah senjata
setan yang paling merusak untuk menyerang kalian. Hal itu dibenarkan
bila kalian bangga karena melakukan sesuatu yang baik. Namun ego-pun
akan mengecoh kalian dengan senjata itu – kesombongan – agar kalian
jauh dari spiritualitas.

Seperti menatap sebuah cermin. Pecahkan cermin itu dalam hati kalian
dan jangan pernah lagi memandang diri sendiri pada cermin itu. Yang
nyata bukanlah gambaran yang ada di cermin, tapi yang diluar cermin.
Tanpa ego, kalian akan mencapai kenyataan hakiki.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 03:00:04 | Permalink | No Comments »

Tuesday, October 7, 2008

37 Sifat Buruk yang Harus Dijauhi Suami


1. Tidak tepat dalam memilih istri ;

2. Melalaikan istri dan tidak memberi nafkah ;

3. Memukul Istri dengan keras dan menghinakannya ;

4. Memberi Mudharat kepada Istri dengan melakukan ila’ (seorang laki-laki yang marah pada istrinya, lalu ia bersumpah untuk tidak mendekatinya) melebihi batas ketentuan Allah ;

5. Menyusahkan istri untuk menghilangkan hak-haknya ;

6. Menggauli istri yang sedang haid dan nifas ;

7. Mendatangi wanita pada duburnya ;

8. Menyebarkan rahasia istri kepada rekan-rekannya ;

9. Tidak mengajarkan Islam kepada istri dan membiarkannya melakukan perbuatan-perbuatan haram ;

10. Berusaha mengubah tabiat istri dengan kekerasan ;

11. Melalaikan pendidikan anak ;

12. Terlalu lama meninggalkan istri ;

13. Curiga dan berprasangka buruk terhadap istri ;

14. Tidak bersikap adil diantara para istri ;

15. Tidak membantu istrinya yang lelah ;

16. Menyempitkan nafkah untuk istri ketika lapang ;

17. Tidak sabar menghadapi tabiatnya ;

18. Menzholimi ibu demi istri ;

19. Memaksa istri untuk melakukan yang haram ;

20. Terperosok ke dalam fitnah istri dan anak ;

21. Meninggalkan bercanda dan bergurau ;

22. Mengabaikan adab-adab Islam terhadap istrinya ;

23. Tidak memperhatikan atau menjaga kesehatan istri ;

24. Hidup dengan satu irama (tidak ada inovasi) ;

25. Melecehkan istri karena keluarganya ;

26. Berlebihan dalam menetapkan standar ideal ;

27. Suami menganggap dirinya selalu benar ;

28. Terlalu sensitif terhadap perkataan istri ;

29. Tidak menghargai kondisi khusus wanita ;

30. Besar pasak dari pada tiang ;

31. Otoriter terhadap istri dan anak-anak ;

32. Melarang istri untuk berbakti kepada keluarganya ;

33. Tidak mengikuti petunjuk Islam dalam memperbaiki istri yang membangkang ;

34. Menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid ;

35. Menjatuhkan talak tiga sekaligus ;

36. Mengeluarkan istri dari rumahnya setelah talak Roj’i

37. Menyiarkan keburukan istri setelah mentalaknya.

source : http://istiqom4h. wordpress. com

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 03:25:24 | Permalink | No Comments »

TAUFIQ ISMAIL-GERAKAN SYAHWAT MERDEKA BUDIDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA

Pidato Kebudayaan Taufiq Ismail

Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia,
naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini
datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika
reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi
Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan
jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu
berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini
digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru.

Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik, berdiri-menjamurnya
partai-partai politik baru, keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya
SIUPP (izin penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik,
diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung, dan seterusnya,
dinikmati belum sampai sewindu, tapi sementara itu silih berganti
beruntun-runtun belum terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan
rekening reformasi ternyata mahal sekali.

Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu menumbuh dan
menyuburkan kelompok permissif dan addiktif negeri kita, yang sejak
1998 naik daun. Arus besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita
adalah gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak bersosok
organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama
bahu-membahu melalui jaringan mendunia, dengan kapital raksasa
mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan banyak media
massa cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.

Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?

PERTAMA adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi dan kelompok
dalam perilaku seks bebas hetero dan homo, terang-terangan dan
sembunyi-sembunyi. Sebagian berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga
normal, sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.

KEDUA, penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah menikmati tiada
perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah dan kulit perempuan muda, lalu
menawarkan jasa hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat
nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai alat kelamin tiruan
(kue pancong berkumis dan lemper berbaterai) dan boneka karet
perempuan yang bisa dibawa bobok bekerjasama.

KETIGA, produser, penulis skrip dan pengiklan acara televisi syahwat.
Seks siswa dengan guru, ayah dengan anak, siswa dengan siswa, siswa
dengan pria paruh baya, siswa dengan pekerja seks komersial —-
ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya terkenal. Remaja
berseragam OSIS memang menjadi sasaran segmen pasar penting
tahun-tahun ini. Beberapa guru SMA menyampaikan keluhan pada saya.
“Citra kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak cerdas,
kurang pergaulan dan memalukan.” Mari kita ingat ekstensifnya pengaruh
tayangan layar kaca ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata
170.000.000 yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.

KEEMPAT, 4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100,000
(seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. Dengan empat kali
klik di komputer, anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus
fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya dilakukan baik
dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam mau pun Klaten. Pornografi
gratis di internet luarbiasa besar jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika
Serikat mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya bagaikan
“gelombang tsunami setinggi 30 meter, dan kami melawannya dengan dua
telapak tangan.” Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno
diblokir pemerintah untuk terutama melindungi anak-anak dan remaja.
Pemerintah kita tidak melakukan hal yang sama.

KELIMA, penulis, penerbit dan propagandis buku syahwat ¼ sastra dan ½
sastra. Di Malaysia, penulis yang mencabul-cabulkan karyanya penulis
pria. Di Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah selangkang dan
sekitarnya mayoritas penulis perempuan. Ada kritikus sastra Malaysia
berkata: “Wah, pak Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani.
Kok mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA MALU ITU YANG SUDAH
TERKIKIS, bukan saja pada penulis-penulis perempuan aliran s.m.s.
(sastra mazhab selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak
bagian dari bangsa.

KEENAM, penerbit dan pengedar komik cabul. Komik yang kebanyakan
terbitan Jepang dengan teks dialog diterjemahkan ke bahasa kita itu
tampak dari kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak
gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara siswa dengan Bu
Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian komik-komik itu tidak semata lucah
saja, tapi ada pula kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran
perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang banyak aturan
ini-itu, termasuk terhadap seks bebas. Dalam salah satu komik itu saya
baca kecaman yang paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang.
Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam jadinya Menteri
Pendidikan Nasional kita.

KETUJUH, produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan penonton VCD/DVD
biru. Indonesia kini jadi sorga besar pornografi paling murah di
dunia, diukur dari kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan
bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut antara 2 juta - 20
juta keping setahun. Harga yang dulu Rp30.000 sekeping, kini turun
menjadi Rp3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang rokok
kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton sekeping VCD/DVD biru
dengan pelaku kulit putih dalam 6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa
murah. Anak SD kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan
peraturan pemerintah.

Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat ada murid-murid
laki-laki yang kumpul jam dua sore seminggu di rumah salah seorang
dari mereka, lalu menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka
onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas berapa? Siswa SD,
kelas lima. Tak diceritakan apa ekses selanjutnya.

KEDELAPAN, fabrikan dan konsumen alkohol. Minuman keras dari berbagai
merek dengan mudah bisa diperoleh di pasaran. Kemasan botol kecil
diproduksi, mudah masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios
tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas bisa membelinya. Di
Amerika dan Eropa batas umur larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita
pasar besar minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.

KESEMBILAN, produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Tingkat
keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan pengguna saja, bahkan
kini sampai pada derajat produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia
terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi korbannya.

KESEPULUH, fabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin. Korban racun
nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya setiap hari 156 orang mati,
atau setiap 9 menit seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan
pajak Rp15 triliun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai penyakit
akibatnya Rp30 triliun rupiah. Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin
termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena
sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses
pembentukan ketiga addiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat
manusia. Dalam masyarakat permissif, interaksi antara seks dengan
alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan.
Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak kriminalitas
berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai pembunuhan. Setiap
hari berita semacam ini dapat dibaca di koran-koran.

KESEBELAS, pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam
masyarakat permissif, iklan semacam ini menjadi jembatan komunikasi
yang diperlukan.

KEDUABELAS, germo dan pelanggan prostitusi. Apabila hubungan syahwat
suka-sama-suka yang gratis tidak tersedia, hubungan dalam bentuk
perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi
berfungsi.

KETIGABELAS, dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat tujuh unsur
pertama di atas, kasus perkosaan dan kehamilan di luar pernikahan
meningkat drastis. Setiap hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA
memperkosa anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami tak ada
di rumah dan pembantu pergi ke pasar berbelanja. Setiap ditanyakan apa
sebab dia/mereka memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang sesudah
menonton VCD/DVD biru dan ingin mencobakannya. ‘ Praktisi aborsi gelap
menjadi tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.

Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta menyebutkan bahwa
angka aborsi di Indonesia 2,2 juta setahunnya. Maknanya setiap 15
detik seorang calon bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal
akibat dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas. Inilah
produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial yang diakibatkannya.

Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini, pornografi dan
pornoaksi menjadi bintang panggungnya, melalui gemuruh kontroversi
pro-kontra RUU APP.

Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU itu, yang total
kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa dalam gelombang gerakan syahwat
merdeka ini. Tetapi bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di
dalamnya.

Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu ditambah-sempurnaka n adalah
perlindungan bagi anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap
kekerasan pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini, terlupakan
betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak 9-12 tahun terpapar
pornografi, situs porno di internet naik lebih sepuluh kali lipat,
lalu 40% anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan hubungan
seks pra-nikah. Sementara anak-anak di Amerika Serikat dilindungi oleh
6 Undang-undang, anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum
ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena kunonya. Gelombang
Syahwat Merdeka yang menolak total RUU ini berarti menolak melindungi
anak-cucu kita sendiri.

Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini terkoordinasi
bahu-membahu menumpang gelombang masa reformasi mendestruksi moralitas
dan tatanan sosial. Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya
materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.

Menguji Rasa Malu Diri Sendiri

Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang cerita pendeknya
yang dimuat di sebuah media. Dia berkata, “Kalau cerpen saya itu
dianggap pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu belum sempat
membacanya. Tapi saya kirimkan padanya pendapat saya mengenai
pornografi. Begini.

Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes, menguji karya
saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila tokoh-tokoh di dalam karya
saya itu saya ganti dengan ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau
adik saya; lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu,
mertua, isteri, anak, kakak, adik, siswa di kelas sekolah, anggota
pengajian masjid, jamaah gereja; kemudian saya tidak merasa malu,
tiada dipermalukan, tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik
karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.

Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan orang-orang itu saya
merasa malu, dipermalukan, tak patut, tak pantas, canggung, risi, muak
dan jijik, maka karya saya itu pornografis.

Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya, ketika saya
menilai karya orang lain. Sebaliknya dipakai tolok ukur yang sama
juga, yaitu bila orang lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa
melakukan tes tersebut dengan cara yang serupa.

Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa malu itu yang
kini luntur dalam warna tekstil kehidupan bangsa kita, dalam terlalu
banyak hal.

Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik, Playboy, menumpang
taufan reformasi dan gelombang liberalisme akhirnya terbit juga di
Indonesia. Majalah ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani
pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun kemudian, dikalahkan
internet, sehingga jadilah publik pembaca Playboy dan publik langganan
situs porno internet Amerika masturbator terbesar di dunia. Majalah
pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh perempuan ini, mencoba
menjajakan bentuk eksploitasi kaum Hawa di negeri kita yang pangsa
pasarnya luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal
berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di tubuh perempuan dan
fundamentalis- syahwat-merdeka seperti Penthouse, Hustler, Celebrity
Skin, Cheri, Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.

Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur Playboy
Indonesia, saya sarankan kepada mereka melakukan sebuah percobaan,
yaitu mengganti model 4/5 telanjang majalah itu dengan ibu kandung,
ibu mertua, kakak, adik, isteri dan anak perempuan mereka sendiri.
Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu hari ketika Playboy
Indonesia keluar perilaku aslinya dalam masalah ketelanjangan model
yang dipotret. Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat
dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10 saluran televisi
dan 25 suratkabar. Bagaimana? Berani? Malu atau tidak?

Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah menduga-memperkirak
an-mengingat akibat yang mungkin terjadi sesudah orang membaca karya
pornografis itu. Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang
memberi sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan kelamin,
apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan adegannya, apakah dengan
kata-kata indah yang dianggap sastrawi atau kalimat-kalimat brutal,
maka pembaca akan terangsang. Sesudah terangsang yang paling penakut
akan onani dan yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa perempuan
dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil jadi sasaran. Perkosaan
banyak terjadi terhadap anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum
haid yang di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja, pembantu
pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.

Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi dan ditanya
kenapa, umumnya bilang karena sesudah menonton VCD porno mereka
terangsang ingin mencoba sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati
perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih jauh kasus yang
sangat banyak ini (peneliti yang rajin akan bisa mendapat S-3 lewat
tumpukan guntingan koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca
cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.

Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi, prostitusi, penularan
penyakit kelamin gonorrhoea, syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di
kota-kota besar Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol
dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.

Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis

Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah difikirkan oleh
penulis cerpen-puisi- novelis erotis yang umumnya asyik berdandan
dengan dirinya sendiri, mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke
sini dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang mungkin
ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen dan novel pasca reformasi
sudah dikatakan orang mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka
membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel dengan rangsangan
syahwat terbit, maka beberapa ratus atau ribu pembaca yang terangsang
itu akan mencontoh melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea
di atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang bisa terjadi
selanjutnya?

Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel syahwat itu,
beradik-kakak dengan destruksi yang dilakukan produsen-pengedar-
pembajak- pengecer VCD/DVD porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20
juta keping, yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat
konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia. Dulu harganya
Rp30.000 sekeping, kini Rp3.000, sama murahnya dengan 3 batang rokok
kretek. Mengisap rokok kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki
dan menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit itu. Bersama
dengan produsen alkohol, narkoba dan nikotin, mereka tidak sadar telah
menjadi unsur penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif
serba-boleh- apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat melabrak apa
yang mereka anggap tabu selama ini, berpartisipasi meluluh-lantakkan
moralitas anak bangsa.

Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang

Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca cerpen karya
penulis yang disebut di atas. Dalam segi teknik penulisan, cerpen itu
lancar dibaca. Dalam segi isi sederhana saja, dan secara klise sering
ditulis pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar negeri,
yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri asing dengan perempuan
asing negeri itu. Kedua-duanya kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa
isteri di kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan berciuman.
Begitu saja.

Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis tidak menyatakan
sikap yang jelas terhadap hubungan kedua orang itu. Akan ke mana
hubungan itu berlanjut, juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada
hubungan pernikahan atau perzinaan, kabur adanya. Perzinaan adalah
sebuah pencurian. Yang melakukan zina, mencuri hak orang lain, yaitu
hak penggunaan alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina
melakukan intervensi terhadap ruang privat alat kelamin yang dizinai.
Dia tak punya hak untuk itu. Yang dizinai bersekongkol dengan yang
melakukan penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya. Pemerkosa
adalah perampok penggunaan alat kelamin orang yang diperkosa.
Penggunaan alat kelamin seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang
suci adanya.

Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada lembaga
pernikahan, dan/atau melakukan hubungan kelamin semaunya, yang
tokoh-tokoh dalam karyanya diberi peran syahwat merdeka, adalah
rombongan pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka maling
tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi maling, karena
(herannya) ada propagandis sastra menghadiahi mereka glorifikasi, dan
penerbit menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit sastra
semacam ini, dalam istilah kriminologi, berkomplot dengan maling.

Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap) sastra, tapi
juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat hiburan malam, dan direktori
semacam itu. Buku petunjuk yang begitu langsung tak langsung
menunjukkan cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat
berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri haknya dengan cara
membayar tunai atau dengan kartu kredit gesekan.

Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan berbagai masalah
wilayah selangkang dan sekitarnya. Kalau di Malaysia
pengarang-pengarang yang mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka
di Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas perempuan. Beberapa
di antaranya mungkin memang nymphomania atau gila syahwat, hingga ada
kritikus sastra sampai hati menyebutnya “vagina yang haus sperma”.
Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik disigi, tentang
kemungkinannya jadi epidemi, dan harus dikasihani.

Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa dan Sulawesi
Selatan naik takhta sebagai penguasa tertinggi kerajaan, Sultanah atau
Ratu dengan kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21 ini
sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu tepuk tangan kelompok
permissif dan addiktif sebagai penulis sastra selangkang, yang
aromanya jauh dari wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin
tersendiri, yang bagi mereka parfum sehari-hari.

Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan

Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di Iowa Writing
Program, Universitas Iowa, di benua itu sedang heboh-hebohnya
gelombang gerakan perempuan. Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya
sampai ke Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang
gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum perempuan, terutama
liberasi kopulasi, kebebasan berkelamin, di koran, majalah, buku dan
televisi.

Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan alat kelamin orang
lain itu di layar kaca, yang cengengesan dan mringas-mringis seperti
Gloria Steinem dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya.
Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin HIV-AIDS yang
meruyak menyebar seantero Amerika Serikat waktu itu, menimpa baik
orang laki-laki maupun perempuan, hetero dan homoseksual, akibat
kebebasan yang bablas itu.

Di setasiun kereta api bawah tanah New York, seorang laki-laki korban
HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka
manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar
matanya kosong, suaranya parau. Kematian banyak anggota kelompok ini,
terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais,
bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di
New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena
kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan bablas itu. Para
pembebas kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa
karena asyik mendandani penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat
heran. Sungguh memuakkan.

Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my body. I’ll do whatever I
like with my body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku
suka dengan tubuhku ini.” Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh
mereka itu ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman kredit
mencicil dari Tuhan, Cuma satu tingkat di atas sepeda motor Jepang dan
Cina yang diobral di iklan koran-koran.

Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu. Penganjur
masyarakat permissif di mana pun juga, tidak suka Tuhan dilibatkan
dalam urusan. Percuma bicara tentang moral dengan mereka. Dengan
ringan nama Tuhan dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini
merupakan riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke awal abad
21 ini, advokatornya dengan semangat dan stamina mirip anak-anak
remaja bertopi beisbol yang selalu meniru membeo apa saja yang berasal
dari Amerika Utara itu.

Penutup

Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat Merdeka ini adalah
budaya malu yang telah kikis nyaris habis dari susunan syaraf pusat
dan rohani mereka, dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak
penggunaan kelamin orang lain yang disabet-dicopet- dikorupsi dengan
entengnya. Tanpa memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka
sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan garong
genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin dan narkoba, menjadi
perantara kejahatan, mencecerkan HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi,
bersuluh bulan dan matahari.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom at 03:22:42 | Permalink | No Comments »