Monday, November 10, 2008

Rahasia Wudu dan Kekuatan di Tangan

Oleh Shaykh Hisham al-Kabbani

Allah (swt) menunjukkan kepada kita apa yang benar apa yang salah. Dan apa yang benar telah dijelaskan dengan sangat baik oleh Nabi (s.a.w.), dan apa yang salah telah dijelaskan dengan baik sekali oleh Nabi (s.a.w.). Dan apa yang menguntungkan kita, Nabi s.a.w. adalah yang pertama kali menjelaskannya. Wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil `alameen. Apapun yang menguntungkan kita, dia bertanggung jawab untuk
menyampaikannya, atau dia akan ditanya mengapa dia menyembunyikannya.

Allah (swt) mempercayakan kepada Nabi dengan apapun yang Dia ciptakan, dan apapun yang Dia ciptakan dilepaskan (dikeluarkan) melalui risalah Nabi. Jadi melalui risalah (pesan) Allah, Nabi s.a.w. mampu untuk mencapai setiap orang, baik selama waktu (hidup) nya maupun setelah waktu (hidup) nya. Dia adalah yang pertama kali mengajarkan kepada para Sahaba (r.a.) penggunaan energy dan apa yang tersedia dari berbagai kekuatan berbeda di sekitar kita di dunia ini.

Terdapat banyak cara yang ditunjukkan Nabi s.a.w. kepada kita dalam uapaya penyembuhan, salah satunya adalah yang diuraikan dalam Hadith orang buta yang meminta Nabi s.a.w. untuk memulihkan pandangan matanya. Nabi mengajarkan kepadanya doa untuk dibaca, tetapi dia tidak mengatakan kepadanya, “Pergilah dan baca doa ini.”

Dia s.a.w. berkata kepada orang buta itu, “Langkah pertama adalah pergilah ke tempat mengambil wudhu dan ambila wudhu.” Itu artinya wudhu adalah awal (pembukaan) dari penyembuhan untuk setiap penyakit. Jika kamu tidak memiliki wudhu, upayamu untuk menyembuhkan penyakit itu akan minimal.

Kemanapun kamu mencapai, tingkat tinggi dalam perjuangan melawan ego dan mencegah keinginan ego, gunakanlah kekuatan (wudhu) itu bila kamu menentang ego itu, bangunlah kekuatan itu lebih besar dan lebih besar lagi, ketika energy negative meninggalkan kamu, energy positive (akan) bertambah.

Tetapi dengan (cara) wudhu yang ruibuan kali lebih kuat dari pada apa yang biasanya. Jadi Nabi (s.a.w.) berkata, “Pergilah ambil wudhu.”

Level pertama wudhu

Ketika kamu mengambil wudu, selain membaca niyyat apa yang pertama kali dikerjakan ? Itu adalah membasuh tangan sampai pergelangan, dan di antara jari-jemari. Ketika kamu membasuh kedua tangan, itu artinya gerak pertama yang kamu lakukan adalah menggunakan kedua tangan itu,
jadi energy level pertama berada di kedua tangan. Itulah mengapa kamu melihat orang yang berusaha belajar dan mengutip cara-cara Islam, khususnya orang India dan China yang meyakini Bhuddism, pertama kali mereka gunakan kedua tangan mereka sebagai sebuah methoda untuk melepaskan energy dari tubuh mereka, karena mereka mengumpulkan energy melalui tubuh mereka seperti seperti sebuah piringan, atau sebuah parabola.

Mereka mengumpulkan energi ini dan melepaskannya melalui kedua tangan mereka. Tubuh bertindak sebagai sebuah penampung energy. Melalui olah gerak mereka yang beragam dari latihan berat kepada keseluruhan tubuh, mereka mulai mendapatkan energy jenis itu dan mengkonsentrasikannya dan melepasnya melalui kedua tangan mereka. Untuk menyembuhkan orang sakit. Tiap segala sesuatu yang mereka gunakan dalam penyembuhan memiliki efek penggunaan energy.

Contoh terbaik dari hal ini adalah pembedahan laser, yang melalui technology modern, menggunakan cahaya laser untuk menyembuhkan penyakit mata dan bahkan kebutaan. Mereka tidak lagi menggunakan
peralatan (tangan), hanya laser.

Jadi orang buta tadi, ketika dia bertanya kepada Nabi s.a.w., Nabi memberinya sebuah petunjuk kunci bahwa melalui pelepasan energy, kebutaan itu akan pergi. Empat belas abad yang lalu Nabi s.a.w. menyembuhkan kebutaan melalui energy. Jadi apa yang kita pelajari dari peristiwa ini ? Ambil wudhu, dan sucikan dirimu.

Itulah dia s.a.w. berkata, “Senjata yang melindungi kamu dari musuh adalah adalah wudhu.”

Wudhu dapat melepaskan energy dan membakar (penyakit) nya dengan melepaskannya melalui kedua tangan. Orang buta itu belajar dari situ dan memanfa’atkannya, yang akan kita bicarakan kemudian.

Gerak wudhu

Orang (buta) tadi mengalami berbagai gerak yang berbeda-beda dan disembuhkan serta merta dari kebutaannya. Maka, ketika kamu mengambil wudhu :

Basuhlah kedua tanganmu dan kemudian saling gosokkanlah keduanya; putarlah tangan kanan pada tangan kiri dan tangan kiri pada tangan kanan. Kamu tidak boleh memulai dari tangan kiri memutari tangan
kanan; kamu harus memulai dengan tangan kanan memutari tangan kiri; kemudian,Bersihkan di antara jari-jemari dan jalin (silangkan)lah jari tangan satunya dengan jari tangan lainnya, berbentuk seperti ini, dengan
jempol kanan berada di sebelah kiri dan jempol kiri berada di sebelah kanan.

Mereka menggunakan ini dalam methoda penyembuhan Buddhist tanpa mengetahui rahasia Islam. Mereka melepaskan energy ini ke daerah tubuh yang terkena penyakit. Pertama kali, kamu menggunakan sepuluh
jari. Sepuluh (10) adalah kekuatan energy computer, satu dan nol. Energy itu yang Allah ajarkan kepada para programmer computer disalurkan kepada computers melalui tangan, dan kamu melihat semua
keajaiban kekuatan computers. Jadi jika computer itu memiliki kekuatan besar, energy itu dapat juga
disalurkan untuk penyembuhan. Merka menggunakan itu tanpa mengetahui sebab-musababnya; mereka tidak tahu aspek Islam nya, yang adalah satu dan nol. Itulah sebabnya jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis yang menghubungkan ujung-ujung jari kamu akan melihat bahwa kamu membentuk sebuah lingkaran. Itu berdiameter 20 cm.

Jadi tangan mewakili tubuh, dan ketika kamu membuka tubuh untuk membentuk sebuah lingkaran, seluruh tubuh berada di dalam tangan, sebagaimana itu diajarkan dalam reflexology. Melalui berbagai titik yang berbeda pada tubuh, kamu dapat disembuhkan. Level lebih tinggi dalam reflexology adalah tidak menyentuh; dalam hal demikian, kedua tangan bertindak sebagai semacam penerima energy positive, dan ketika kedua tangan direntangkan seperti sebuah piringan satellite (sebagaimana diajarkan dalam penyembuhan Islamic), tanpa berpikir atau berkhayal, namun menempatkan tubuhmu sebagai sebuah lingkaran sempurna, energy yang dipancarkan dari cosmos disalurkan kepadamu dan tubuhmu menerimanya, menyerapnya masuk kedalam tubuhmu dan meng-konsentrasikannya melalui jantung. Ini adalah sebuah teknik meditasi 15-menit yang akan kita bicarakan nanti.

Secara symbolis, inilah bagaimana seluruh tubuh adalah sebuah lingkaran dan tangan adalah sebuah lingkaran. Tubuh itu mendapatkan energy itu, menerimanya dari tangan kiri dan tangan kanan, dan menyalurkannya kedalam tubuh.

Jadi ketika kamu mulai membasuh kedua tangan dan menggosokkannya untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah isyarat tentang satu dan nol, dan kamu sesungguhnya meng-aktivkan kode yang Allah telah berikan
kepada kita melalui kedua tangan itu. Itulah sebabnya kita mulai menggosok kanan mengelilingi kiri dan kiri mengelilingi kanan. Jika kamu berdiri di hadapan sebuah cermin, kamu melihat pada refleksi (bayangan) mu bahwa kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Jika kamu berdiri dengan lengan direntangkan ke samping, kamu melihat lawannya. Jika kamu melihat dari sisi lainnya itu, kiri menjadi kanan dan kanan menjadi kiri. Itu karena kita adalah sebuah bayangan dari kenyataan (hakikat).

Di Langit (Surga) kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Ini artinya kanan harus tunduk kepada kiri, karena dalam `alam al-arwaah, kanan adalah kiri dan kiri adalah kanan. Disini di dunya adalah lawannya : kanan adalah kiri, sedangkan di akhira kiri adalah kanan! Disini di dunya, ketika kita membuat thawaaf keliling Ka’aba Shareef kita bergerak berlawanan arah jarum jam, bukan searah jarum jam, yang adalah bayangan cermin dari arah jarum jam di akhira, dimana kita bergerak kiri ke kanan : searah jarum jam.

Untuk meng-aktivkan kekuatan itu, Allah memberi tahu kita, “Aku meng-aktivkan kekuatanmu dari 99 asma’ul-husna yang Aku stempelkan pada kedua tanganmu.”

Menggosok memnimbulkan api dari dua batang kayu. Menggosok menimbulkan energy. Dengan menggosok kedua tangan selama wudu, air mencegah energy dari merembes keluar; itu membekukannya. Itulah sebabnya Silah al-mumin al-wudu (senjata kaum beriman adalah wudhu.) Segera setelah kamu menggosok, itu menimbulkan energy dan dengan menggosok di bawah pancuran air itu akan menahan energy di dalam tubuh untuk dilepaskan kemudian. Ketika kita menggosok kedua tangan kita mempersiapkan energy untuk disimpan dan ditabung untuk digunakan melawan musuh (kemudian).

Ketika kita mau menyembuhkan kita tidak menggunakan air Menggunakan air sewaktu wudu, kita mengumpulkan dan menyimpan energy. Dalam penyembuhan, kita menggosok tanpa air dan membuka tangan untuk melepaskan energy itu. Bagaimana kode itu di-aktivkan ? Jika kamu melihat pada tangan kanan mu padanya terdapat angka Arabic 18 dan pada tangan kiri terdapat angka Arabic 81. 18 plus 81 menjadi 99 asma `ul-husna Allah, setiap angka teridiri dari satu (1) dan delapan (8). Satu plus delapan (18), dan delapan plus satu (81) bersama menjadi 99. Tambahkan komponen 99 kesemuanya (18 = 1+8 and 8+1 = 81) dan kamu mendapatkan 9 lagi.

Ini menjelaskan arti dari titik sembilan dari diri, yang mewakili sembilan awliya yang bertangtgung jawab terhadap diri. Titik sembilan ini digunakan di dalam Enneagram; sebuah ajaran dari Asia Tengah, dari orang Naqshbandi, yang pernah saya terangkan. Mereka menggunakan ini dalam sebuah cara (interpretasi) linear, padahal dalam kenyataannya itu adalah sebuah lingkarang (ingat pada pengertian
thawaf – penterjemah) . Jika kamu membahas ini dengan (—-), aku mengajarinya bagaimana menggunakan hal itu. Mereka memiliki sembilan titik peluru (?) yang terdiri (membentuk ? – penteterjemah) dari keseluruhan system, keseluruhan tubuh.

Ketika kamu menggosok-gosokkan jari tangan kamu meng-aktivkan 99 asma `ul-husna Allah, yang pada gilirannya meng-aktivkan titik sembilan itu yang berada di dalam tubuhmu. Dengan contoh kita dapat
mengatakan apabila titik sembilan di-aktivkan, penerima itu kini dalam posisi “menyala”, energy masuk ke dalam (tubuh), itu mulai menerima, dan itu dibuat digital dan dilepaskan sebagai sebuah gambar dan sebuah suara, sangat mirip dengan yang kita lihat dalam masa kini dengan technology digital.

Demikian juga, tangan itu adalah lingkaran, dan ketika kita menggosok-kan mereka dan membuka mereka (kedua tangan kita itu), mereka mulai bertindak sebagai lingkaran satu terhadap lainnya, mengambil energy apapun yang mereka terima dan mengelolanya. Itulah sebabnya dalam ilmu bela diri mereka menggunakan kedua tangan, namun mereka tidak mengerti mengapa itu (kedua tangan) merupakan energy; mereka tidak mengerti tentang 99 asma `ul-husna dan bagaimana mereka dilindungi melalui (oleh ? – penterjemah) Asma itu. Mereka tidak tahu, meskipun demikian, Allah memberikan kepada siapapun yang Dia suka. Dia membiarkan mereka itu menggunakan kekuatan itu; mereka tahu terdapat kekuatan disitu, tetapi tidak tahu mengapa. Mereka membuat gerakan cepat dan menggunakan itu untuk membela diri mereka dan melindungi orang lain dan untuk mengalahkan musuh.

Ketika Nabi (s.a.w.) menyembuhkan mata Sayyidina `Ali, dia membuka baginya Ilmu Haqiqat itu. Itulah sebabnya melalui energy itu yang dimilikinya dalam kedua tangannya, dia dapat membawa (menyangga ? –
penterjemah) dunia ke pada lututnya, karena energy itulah yang membawa dunia ke pada lututnya.

Jadi ketika kamu meng-aktivkan angka 8 dan angka 1 dan angka 1 dan angka 8 (yang adalah 99 Asma), dalam numerology sembilan sama dengan nol dan kamu tidak menambah apapun dengan kedua (nol dan sembilan) angka itu, karena itu tidak lagi ada (exist). Itu berarti penyerahan diri, penyerahan diri secara sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu kamu dibawah penyerahan diri energy, berserah diri kepada energy Langit yang mendatangi.

Menjadi sebuah pipa penyalur bagi energi cosmic penyembuh milik Allah Kamu tidak lagi melihat dirimu yang beraksi, namun energy itulah yang beraksi, kamu menjadi nol. Seperti memasuki sebuah pesawat terbang atau kereta api atau mobil; mereka masing-masing berserah diri kepada  orang yang mengemudikan mereka. Kamu berserah diri kepada energy yang mendatangi dan kamu melepasnya ke luar. Tubuh mu menjadi seperti sebuah penerima dan sebuah pemantul. Penerima TV hanya bertindak sebagai penerima yang memantulkan citra (image) itu. Bukanlah mereka yang melakukan pekerjaan itu; itu adalah energy Langit yang melakukan pekerjaan itu.

Itu menunjukkan kepada kita seberapa jauh kita dapat menggunakan dengan angka-angka ini ketika kita meng-akltivkan mereka serentak – angka 18 dan angka 81 dan pentingnya angka 18 dan angka 81. Kita
akan tinggalkan hal itu sampai sessi berikutnya.Mengapa angka 18 dan mengapa angaka 81? Ini adalah penting, dan bahkan saya tidak tahu apa yang akan datang. Itu adalah sebuah perkenalan kepada techniques berbeda-beda yang mereka mencoba untuk mengutipnya tanpa mengerti latar belakangnya, dan bagaimana mereka dapat memberikan pengaruh lebih banyak melalui penyembuhan mereka.

Jadi setelah menggosokkan kedua tangan dan menyelenggarakan penyaluran energy, kamu masih berakhir pada angka 19. (Disini (kanan) adalah angka 18 dan disini (kiri) angka 81. Gabungkan mereka dan kamu
mendapatkan angka 99. Tambahkan angka 9 dan angka 9 ini, kamu mendapat angka 18. Tambahkan angka 1 dan angka 8, kamu mendapatkan angka 9. Jadi kamu meng-aktivkan angka 9.)

Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan itu, kini kamu melewatkan (mengucurkan) air itu (jika kamu memperhatikan, mereka yang tahu bagaimana mengambil wudhu, tidak semua orang tahu untuk saling menyilangkan jari), maka kamu meng-aktivkan angka 10. Angka 10 dan angka sembilan, menjadi angka 19. Dan akhir-akhir ini mereka mendapatkan bahwa setiap ayat dalam al Qur’an adalah pada sistem 19. Dan angka 19 ini, wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya. “…dan delapan akan, Hari itu, menyangga Singgasana dari Rabb-mu di atas mereka. (69:17) Dan mereka yang memegangi Neraka adalah 19.

Neraka adalah energy, jadi itu adalah kekuatan energy. Kamu meng- aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative. Kamu memerlukan racun untuk menyembuhkan racun – itulah sebabnya mereka memberikan kamu antibiotics (jika kamu keracunan oleh ulah virus – penterjemah) . Angka 19 itu adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab terhadap Neraka. Jadi kamu menggunakan energy negative itu yang datang dari mereka ini. Jika kamu mengalikan (negative – penterjemah) dengan negative kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari Neraka.

Ketika energy itu dilepaskan, itu sama sekali mengkancurkan racun di dalam system itu. Begitulah caranya kamu meng-aktivkan 19 serentak. Angka 8, yang terkait dengan angka 8 disini, angka 1 dan angka 8 dan angka 8 dan angka 1.

Ketika Singgasana Allah datang pada Hari Pengadilan, delapan malaikat memikulnya. Itu artinya mereka memikul angka 1 itu; angka 8 memikul angka 1. Allah mengungkapkan hal ini di dalam kedua tangan kita. Kamu juga meng-aktivkan energy baik ketika kamu melepaskannya. Setelah kamu menghancurkan energi negative dengan energy negative, kamu mau mendandani (memberi busana) mereka dengan angka 8 dan angka 1 (energy baik dari Langit). Itulah sebabnya orang yang sakit merasa kuat dan bahwa mereka disembuhkan.

Ketika kamu meng-aktivkan energy Langit dengan menggosok-gosokkan kedua tangan, kamu meng-aktivkan angka sembilan; itu adalah penyerahan diri yang sempurna. Kini kamu membiarkan tubuhmu untuk terserah diri kepada energy cosmic yang kamu terima, yang adalah energyy yang membakar.

Ketika kamu meng-aktivkan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu. Energy negative ini tidaklah buruk karena itu adalah kekuatan dari satu yang negative, dan kamu mengalahkan musuh dengan menggunakan
alat yang dipakai musuh. Sebagai contoh hal ini adalah energy dari matahari yang adalah satu energy api, tetapi pada saat yang bersamaan itu menyembuhkan dan berguna. Kamu menggunakan negative untuk
menyembuhkan negative untuk menghancurkanya sama sekali. Dengan cara ini, kamu tidak menyisakan apa-apa dengan mereka (membersihkannya) , dan kemudian ativkan angka 8 dan angka 1.

Insha`Allah kita akan teruskan dengan lebih banyak lagi mengenai penyembuhan ini segera.

Bi hurmat al-habib bi hurmat al-Fatiha.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom in 07:19:22 | Permalink | No Comments »

Monday, November 3, 2008

KAPITALISME PASTI HANCUR DUNIA KINI BERHARAP PADA ISLAM

 

Krisis kredit properti telah bereaksi, kubangan hutangnya semakin melebar, para penghutangnya pun tidak mampu bayar. Akibatnya, bank dan institusi keuangan terbesar di Amerika, bangkrut atau nyaris bangkrut.

 

Sejumlah institusi keuangan telah memperkirakan kerugian akibat kredit properti tersebut, di Amerika saja mencapai 300 miliar dolar AS, dan di negara-negara lain diperkirakan 550 miliar dolar AS. Sejumlah negara, khususnya negara kaya, mulai menggelontorkan dana miliaran dolar ke pasar modal untuk menopang pasar dan mem-backup likuiditas agar bisa menggerakkan aktivitas ekonomi. Bahkan sebagian ada yang melakukan intervensi langsung sampai pada level menasionalisasi sebagian bank, sebagaimana yang terjadi di Inggris.

 

Begitulah, prinsip sistem ekonomi kapitalis terpenting—yaitu pasar bebas dan tidak adanya intervensi negara—telah runtuh. Bahkan kampiun Kapitalisme, yaitu Amerika Serikat, mengumumkan intervensi negara di pasar modal atas persetujuan Kongres saat ini dengan kedua unsurnya, yaitu Senat dan DPR (House of Representatives), dalam rencana penyelamatan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Amerika, Henry Poulson, dengan suntikan 700 miliar dolar AS guna membeli hutang beracun (toxic debt) bank-bank dan institusi keuangan yang ambruk karena kredit properti.

 

Berbagai langkah juga telah dilakukan secara global. Empat negara besar Eropa—Prancis, Jerman, Inggris dan Italia—segera mengadakan pertemuan, dan mengundang pertemuan lebih luas untuk mengkaji sistem moneter mereka. Para menteri keuangan dan para pimpinan bank sentral yang tergabung dalam G-7 atau G-8 ditambah Rusia mengadakan pertemuan dalam waktu dekat di Washington.

 

Apakah upaya-upaya ini akan bisa menyelamatkan ekonomi kapitalis?

 

Sebenarnya, semua rencana penyelamatan itu hanya akan menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akarnya, bukan hanya menyentuh dahan-dahannya.

 

Akar masalahnya sebenarnya ada empat. Pertama: disingkirkannya emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar Amerika sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton Woods, setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata uang pada awal dekade 70-an, telah mengakibatkan dolar Amerika mendominasi perekonomian global. Akibatnya, goncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di Amerika pasti akan menjadi pukulan telak bagi perekonomian negara-negara lain. Sebabnya, sebagian besar—jika tidak keseluruhannya—cadangan devisa mereka ditopang dengan dolar yang nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan kertas dan tulisan yang tertera di dalamnya. Setelah mata uang Euro memasuki arena pertarungan, baru negara-negara tersebut menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk mata uang non-dolar. Meski demikian, dolar tetap memiliki prosentase terbesar dalam cadangan devisa negara-negara tersebut secara umum.

 

Karena itu, selama emas tidak menjadi cadangan mata uang, krisis ekonomi seperti ini akan terus terulang. Sekecil apapun krisis yang menimpa dolar dengan segera akan menjalar ke perekonomian negara-negara lain. Bahkan dampak krisis politik yang dirancang Amerika juga akan berakibat terhadap dolar, yang berarti juga berdampak pada dunia.

 

Kedua: hutang-hutang riba juga menciptakan masalah perekomian yang besar hingga kadar hutang pokoknya menggelembung seiring dengan waktu, sesuai dengan prosentase riba yang diberlakukan padanya. Terjadinya krisis pengembalian pinjaman dan lambannya roda perekonomian adalah karena ketidakmampuan sebagian besar kelas menengah dan atas untuk mengembalikan pinjaman dan melanjutkan produksi.

 

Ketiga: sistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan—bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli—adalah sistem yang batil dan menimbulkan masalah, bukan menyelesaikan masalah. Pasalnya, naik-turunnya transaksi terjadi tanpa proses serah-terima, bahkan tanpa adanya komoditi yang bersangkutan. Semua itu memicu terjadinya spekulasi dan goncangan di pasar.

 

Keempat: ketidaktahuan akan fakta kepemilikan. Kepemilikan di mata para pemikir Timur dan Barat ada dua: kepemilikan umum yang dikuasai oleh negara, sebagaimana teori Sosialisme-Komunisme, dan kepemilikan pribadi yang dikuasai oleh kelompok tertentu.

 

Ketidaktahuan akan fakta kepemilikan ini memang telah dan akan menyebabkan goncangan dan masalah ekonomi. Itu karena kepemilikan tersebut bukanlah sesuatu yang dikuasai oleh negara atau kelompok tertentu, melainkan ada tiga macam:

 

 

1.      Kepemilikan umum: meliputi semua sumberdaya alam, baik yang padat, cair maupun gas; seperti minyak, besi, tembaga, emas dan gas; termasuk semua yang tersimpan di perut bumi dan semua bentuk energi; juga industri berat yang menjadikan energi sebagai komponen utamanya. Negara harus mengekplorasi dan mendistribusikannya kepada rakyat, baik dalam bentuk barang maupun jasa.

2.      Kepemilikan negara: meliputi semua kekayaan yang diambil negara, seperti pajak dengan segala bentuknya serta perdagangan, industri dan pertanian yang diupayakan oleh negara, di luar kepemilikan umum. Semuanya ini dibiayai oleh negara sesuai dengan kepentingan negara.

3.      Kepemilikan pribadi. Kepemilikan ini bisa dikelola oleh individu sesuai dengan hukum syariah.

 

 

Sosialisme gagal dalam bidang ekonomi karena telah menjadikan semua kepemilikan dikuasai oleh negara. Kondisi inilah yang mengantarkan pada kehancuran.

 

Kapitalisme juga gagal dan kini sampai pada kehancuran. Itu karena Kapitalisme telah menjadikan individu, perusahaan dan institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum, seperti minyak, gas, semua bentuk energi dan industri senjata berat sampai radar. Pada saat yang sama, negara tetap berada di luar pasar dari semua kepemilikan tersebut. Hasilnya adalah goncangan secara beruntun dan kehancuran dengan cepat, dimulai dari pasar modal, lalu menjalar ke sektor lain, dan dari institusi keuangan menjalar ke yang lain.

 

Begitulah, Sosialisme-Komunisme telah runtuh, dan kini Kapitalisme sedang atau nyaris runtuh.

Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satu-satunya solusi yang ampuh dan steril dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benar-benar telah mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi.

 

Pertama: Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus ditopang dengan emas dan perak, dengan nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak berubah.

 

Kedua: Sistem ekonomi Islam melarang riba, baik nâsi’ah maupun fadhal, juga menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan (bunga) dari uang pokoknya. Di Baitul Mal kaum Muslim juga terdapat bagian khusus untuk pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para petani, sebagai bentuk bantuan untuk mereka, tanpa ada unsur riba sedikit pun di dalamnya.

 

Ketiga: Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Karena itu, haram menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan.

 

Empat: Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan untuk memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik yang digunakan sebagai bahan bakar. Islam menjadikan negara sebagai penguasanya sesuai dengan ketentuan hukum syariah.

 

Begitulah, sistem ekonomi Islam benar-benar telah menyelesaikan semua kegoncangan dan krisis ekonomi yang mengakibatkan derita manusia. Ia merupakan sistem yang difardhukan oleh Tuhan semesta alam, yang Mahatahu atas apa yang baik untuk seluruh makhluk-Nya. Allah SWT berfirman:

 

 

﴿أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ﴾

 

 

Apakah Allah Yang Maha menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian lahirkan maupun yang kalian rahasiakan), sementara Dia Mahahalus lagi Mahatahu? (QS al-Mulk [67]: 14).

 

 

Wahai kaum Muslim:

 

 

Sesungguhnya Allah SWT telah memberi Anda sekalian kedudukan yang agung melalui agama Islam yang agung ini. Dengannya, Anda dulu pernah menjadi umat terbaik yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia. Penerapan Islam juga telah menjadikan Anda bahagia, bahkan membahagiakan seluruh umat manusia.

 

Hanya saja, penerapan Islam yang agung ini tidak cukup hanya dengan mengumpulkannya di dalam kandungan buku, melainkan dengan mendirikan negara yang mengemban dan menerapkannya, yaitu Negara Khilafah Rasyidah yang akan menghidupkan Anda dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan.

 

Namun, Allah tidak pernah menurunkan malaikat yang akan mendirikan negara untuk Anda, sementara Anda hanya berdiam diri. Justru upaya mendirikannya merupakan kewajiban agung atas diri Anda. Sebab, Rasulullah saw. telah mendirikan negara di Madinah. Langkah Baginda ini kemudian diikuti oleh para Sahabatnya—semoga Allah benar-benar meridhai mereka dan para tâbi’în.

 

Karena itu, singsingkanlah lengan baju Anda sekalian, wahai kaum Muslim. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, bantu dan dukunglah Hizbut Tahrir. Mohonlah anugerah kepada Allah agar Anda bersama-sama dengan Hizbut Tahrir termasuk orang-orang yang dimuliakan oleh Allah. Melalui tangan-tangan merekalah Allah SWT akan mewujudkan janji-Nya—untuk memberi mereka kekuasaan di muka bumi—dan kabar gembira (busyra) Rasulullah saw. akan kembalinya Khilafah yang mengikuti metode kenabian untuk kedua kalinya.

 

Andalah, wahai kaum Muslim, yang akan menjadi mercusuar dunia, pengemban obor kebaikan di dalamnya, serta paling berhak dan layak untuk memimpinnya. Allah SWT berfirman:

 

 

﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ﴾

 

Allah Mahakuasa atas segala urusan-Nya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya (QS Yusuf [12]: 21).

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom in 03:10:23 | Permalink | No Comments »

Lonceng Kematian Kapitalisme

Moris Berman, 63 tahun, ahli sejarah kebudayaan kelahiran New York, yang memperoleh Ph D dari Johns Hopkins University, menulis buku Dark Ages America: The Final Phase of Empire (Norton, 2006),  yang meramalkan imperium Amerika segera akan rubuh. Ia mendeskripsikan Amerika sebagai sebuah kultur dan emosional yang rusak oleh peperangan, menderita karena kematian spiritual dan dengan intensif mengeskpor nilai-nilai palsunya ke seluruh dunia dengan menggunakan senjata. Republik yang berubah menjadi imperium itu berada di dalam zaman kegelapan baru dan menuju rubuh sebagaimana dialami Kekaisaran Romawi

Apa yang tulis oleh Moris Berman tampaknya semakin menunjukkan kebenarannya. Pertama, AS adalah perabadaban emosial yang rusak oleh peperangan. Ya, memang perang tidak bisa dilepaskan dari negara adi daya ini. Bisa hampir dipastikan di mana ada konflik, di mana ada perang, kemungkinan di situ ada Amerika . Negara ini memang pecandu perang dengan berbagai alasan.

Jamil Salmi dalam violence and democatic society mencatat negara Paman Sam ini antara tahun 1945 sampai 2001 saja sudah melakukan 218 kali intervensi terhadap negara lain. Amerika juga merupakan otak kudeta berdarah di berbagai negara. Genocide atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme juga telah menimbulkan korban sipil yang sangat besar di Irak dan Afghansitan. Pasca pendudukan AS, korban rakyat sipil Irak hampir mencapai angka 1 juta orang.

Negara ini memang haus darah dan mesin pembunuh. John Pike dari www.GlobalSecurity.org, sebuah grup riset, tentara Amerika menghamburkan 250.000 peluru untuk menembak mati tiap seorang gerilyawan. Biaya perang demikian besar. Staf Partai Demokrat di Kongres menghitung dari 2002 sampai 2008, perang yang lebih panjang dibanding Perang Dunia kedua itu, menghabiskan 1,3 trilyun dollar

Menurut Salmi AS juga merupakan pendukung pemerintah refresif di berbagai negara. Mendukung pemerintahan Syah Reza Pahlevi di Iran yang dikenal diktator, raja-raja Arab yang refresif, termasuk Suharto di masa orde Baru. Pasca perang dingin negara ini mendukung Musharaf penguasa diktator Pakistan yang kemudian dilengserkan oleh rakyatnya , Husni Mubarak di Mesir, atau Karimov di Uzbekistan. Jangan dilupakan negara ini merupakan pendukung setia rezim teroris Israel yang hingga kini secara sistematis membunuh kaum muslim di Palestina.

Negara ini juga memang mengalami krisis spritual yang akut. Kapitalisme dengan sistem sekulernya telah mengerdilkan agama sekedar urusan ritual, moralitas, dan spritual. Sementara dalam aspek sosial, politik, dan kenegaraan, agama dicampakkan. Kehidupan sosial dan politik pun menjadi buas, rakus, dan kering karena tidak diatur agama. Masyarakat pun menganggap agama tidak lagi menjadi begitu penting dalam kehidupan mereka. Meskipun tentu saja banyak diantara mereka yang masih beragama. Sebab mereka tidak melihat agama sebagai solusi praktis dalam persoalan sosial politik mereka.

Implikasi dari pencampakan agama ini , masyarakat AS mengalami kerusakan pranata sosial yang akut. Tingginya tingkat kriminalitas, stress, pornografi , aborsi dan pelacuran menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari negara kapitalis ini. Menurut studi yang dilakukan oleh National Victim center pada tahun 1992, 1,3 wanita yang berumur 18 tahun keatas di USA diperkosa dengan paksa setiap menit; 78 wanita per jam; 1.871 wanita per hari, atau 683,000 korban per tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan, jumlah pengidap virus tersebut mencapai 1,1 juta orang. . Sangat mengerikan!

Seperti kata Berman negara adi daya ini juga intensif mengekspor nilai palsunya dengan ancaman sejata. Atas nama HAM, Demokrasi,liberalisme, pasar bebas dan perang melawan terorisme mereka melakukan apa saja termasuk menjajah Irak dan Afghanistan. Di sisi lain ide-ide yang mereka usung penuh dengan kepalsuan dan kemunafikan.

Mereka mengatakan penegakan HAM berlaku sama bagi setiap umat manusia. Di sisi lain, negara Paman Sam ini merupakan pelanggar HAM nomor wahid di dunia. Berdasarkan HAM seharusnya seseorang baru bisa ditahan kalau setelah ada dakwaan yang jelas dan didampingi pengacara. Tapi lihatlah apa yang dilakukan AS, puluhan ribu orang ditahan tanpa ada dakwaan yang jelas, tanpa bukti dan tidak didampingi pengacara. Mereka dijeblokan dan disiksa dalam penjara Guantanamo, Abu Ghraib, dan penjara-penjara di negara-negara diktator lainnya yang mendukung AS.

Kisah memilukan seorang muslimah Pakistan , DR Aafia Siddiqui mencerminkan peradaban busuk negara kapitalis. Wanita yang dikenal ahli genetik dan biologi jaringan saraf ini hilang bersama ketiga anaknya saat pulang ke Pakistan. Banyak yang menduga dia diculik dan diserahkan otoritas Pakistan ke FBI.

Sekarang Aafia Siddiqui menghadapi proses pengadilan politik di AS atas nama perang melawan terorisme. Wanita dengan berat badan 45 kg saat dinterogasi ditembak dadanya. Wanita yang lemah dan renta ini , berdasarkan cerita versi AS merebut senjata perwira AS yang menahannya. Rehman direktur HAM Pakistan mengatakan cerita pemerintah AS ini merupakan menjadi kebohongan terbesar di abad ke 21

Mereka bicara demokrasi harus ditegakkan lewat dukungan rakyat dan tanpa kekerasaan (non violance). Tapi lihatlah di Irak dan Afghanistan, demokrasi dipaksakan di negara dengan senjata. Mereka bicara bahwa setiap rakyat berhak mengekspresikan keinginan mereka, namun AS dengan berbagai cara menghalangi upaya kaum muslim di dunia untuk menerapkan syariah dalam kehidupan negara dan politik mereka. Negara-negara Barat dengan tudingan teroris menggunakan penguasa-penguasa negeri muslim yang merupakan kaki tangan mereka untuk meredam, menghalangi, hingga menyiksa siapapun yang ingin memperjuangkans syariah Islam.

Lonceng kematian ini pun semakin kuat terdengar, dengan krisis keuangan yang dialami oleh AS dan negara-negara Eropa saat ini. Lehman Brothers, salah satu perusahaan investasi bank AS terbesar ini akhirnya dinyatakan Inilah akhir nasib suatu bank besar dan tertua yang berdiri di negara bagian Alabama tahun 1844 dan jatuh begitu saja– padahal di tahun 2007 Lehman masih melaporkan jumlah penjualan sebesar 57 bilyun dolar dan di bulan Maret lalu masih sempat dinyatakan oleh majalah Business Week sebagai salah satu dari 50 perusahaan papan atas di tahun 2008. Namun kini, Lehman bernilai tidak lebih dari cuma 2 bilyun dolar saja.Efek domino dari krisis ini pun menjalar ke bidang lain. Pasar saham dunia terguncang. Krisis ekonomi globalpun diambang pintu.

Ekonomi Kapitalisme tengah tenggelam dalam kehancurannya. Kehancuran ekonomi kapitalisme tidak bisa dibendung lagi. Meskipun masih ada yang menyakini AS akan mampu bertahan. Ekonom dan profesor di University of Texas, James Galbraith meyakini perekonomian AS akan mampu bertahan menghadapi hantaman krisis ini karena posisi mata uang dollar masih cukup kuat. Sementara Gerald Friedman, ekonom, profesor di University of Massachussets ragu mengatakan bahwa krisis ekonomi AS adalah tanda-tanda berakhirnya sistem ekonomi kapitalis. Meski demikian ia mengakui AS telah mengalami krisis finansial yang sangat serius dan jika salah menanganinya akan menyebabkan resesi yang cukup serius bahkan depresi.

Namun yang jelas, krisis ini akan terus membesar. Krisis ini juga kembali membuktikan bahwa sistem kapitalisme sangat rapuh yang dikenal dengan The Bubble Economy . Ekonomi kapitalisme bagaikan balon yang terus membesar namun sangat rapuh. Hizbut Tahrir dalam bookletnya yang berjudul Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam, telah menjelaskan pangkal kerapuhan dari sistem ekonomi ini ada tiga : sistem perseroan terbatas (PT), sistem perbankan ribawi, dan sistem uang kertas inkorvertibel (flat money).

Sistem diatas telah menumbuhsuburkan ekonomi non riil yang nilai transaksinya jauh lebih besar dari ekonomi riil. Terjadi pula kesenjangan dan penumpukan modal pada segelintir orang. Majalah “The Economist” dalam analisisnya terhadap krisis menggarisbawahi pandangan tersebut:” penumpukan kekayaan dan bencana adalah bagian dari sistem keuangan Barat”

Sistem kapitalis dibangun atas dasar kerakusan. Ideologi materialisme yang hanya mementingkan kekayaan telah membuat masyarakat terutama pemilik modal besar menjadi rakus. Tidak pernah puas terhadap produksi yang mereka hasilkan dan tidak pernah puas terhadap prilaku konsumtif mereka. Ironisnya, mereka melanggar prinsip ekonomi mereka sendiri yang mengatakan negara tidak boleh campur tangan. Lewat Bailout , pemerintah Bush justru mengeluarkan dana 700 milyar US dollar untuk membantu perusahaan AS yang akan ambruk.

Terakhir, menarik apa yang dikatakan Gerald Friedman tentang apakah krisis ini akan menghancurkan sistem kapitalisme. “Dan yang lebih penting lagi, sebuah sistem kapitalis atau sistem sosial apapun hanya bisa dihancurkan oleh sistem yang berlawanan yang didukung oleh munculnya kelas-kelas dalam perekonomian,” jawab Friedman. Ya memang benar sistem kapitalis tidak akan hancur kalau tidak ada sistem yang berlawanan yang menjadi alternative yang menentangnya . Bagi kita sistem yang berlawanan itu, yang akan menghancurkan kapitalisme adalah sistem Khilafah yang akan menerapkan ekonomi syariah. Semoga.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom in 03:07:37 | Permalink | No Comments »

Kafir Tersembunyi

Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Qubrusi al-Haqqani

Jika seorang manusia tidak waspada akan Mata Allah yang selalu
mengawasinya dimanapun - di setiap waktu , maka dia bukanlah seorang
mukmin. Kalian harus membayangkan dalam hati, bahwa Mata Allah selalu
bersama kalian. Jika kalian melupakan “Mata Tuhan” maka kalian
sedang dalam genggaman ego.

Jika seorang manusia melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah,
Nabi dan Awliya, maka dia di golongkan sebagai seorang “kafir
tersembunyi” . Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik
berupa kufr yang nampak dan yang tidak tampak. Untuk itu kalian harus
waspada akan perbuatan yang terlihat mata dan juga perbuatan yang
tersembunyi. Perhatikan setiap tingkah laku dan yang akan kalian
kerjakan, sehingga semuanya membuat Allah, Nabi dan Awliya bahagia.
Jika perbuatan itu membuat “Mereka ” bahagia, maka boleh kalian
kerjakan, jika tidak, kalian harus meninggalkannya.

Jika seorang manusia menimbang segala perbuatannya didunia ini, maka
tidak akan ada yang perlu ditimbang lagi saat Hari Pengadilan nanti.
Nabi bersabda : ” Adalah lebih membahagiakan bagi Allah jika
seseorang duduk sejam untuk berpikir dan menimbang segala
perbuatannya daripada dia beribadah selama 70 tahun.” Mengapa ?
karena kalian bisa menghapus 70 tahun ibadah dengan sebuah perbuatan
yang Allah tidak meridhainya; namun jika kalian menimbangnya dulu
dengan merenungkannya, maka kalian mampu meninggalkan perbuatan itu
dan menghindari petakanya.

Death Experiences
by Susan Fine

Saya akan bercerita tentang sebuah rahasia. Kadang-kadang hati dan
nafas saya berhenti untuk sekian menit, ya saya meninggal… dan saya
pergi menuju neraka.
Banyak orang mengira diri mereka baik, melupakan atau tidak peduli
dengan keburukan yang mereka lakukan. Jika mereka percaya akan
neraka, mereka mengira seseorang dimasukkan kesana sebagai hukuman,
tinggal selamanya di sana. Guru-guru sufi kami mengajarkan bahwa
kitalah yang menghukum diri sendiri dan mengirim ke neraka atau
kesurga. Neraka bukan sebagai tempat hukuman, tapi untuk
pembersihan. Inilah hal yang paling susah, paling berat untuk
membersihkan diri, sedangkan kita tidak tahu tentang hal itu.

Orang-orang suci membersihkan pengikutnya sebelum mereka meninggal.
Cintailah para nabi, guru-guru, awliya – semoga rahmat tercurah pada
mereka. Dan ajaran pada kitab suci menyiapkan kita untuk surga.

Tiap saya ” meninggal “, saya temukan tempat berbeda-beda di neraka.
Ada satu tempat dimana saya melihat segala hal buruk yang telah saya
lakukan dengan anggota badan ini. Segala hal yang tidak kita ingat,
perbuatan buruk yang sama sekali tidak kita sadari, tubuh ini begitu
menderita saat kita memukul orang , membanting pintu, memukul
dinding atau berjalan bagai bulldozer diatas bumi tanpa menghormati
Tuhan dan ciptaan-Nya. Semua orang yang berada di tempat itu amat
menderita, terus menerus menangis. Saya berada disana saat berusia
12 tahun. Sungguh tempat yang mengerikan. Sayapun menangis, ” Ini
tidak adil ! saya hanya seorang anak kecil! saya tak tahu tempat apa
ini dan apa yang membuat saya datang ke sini. “
Lalu ada sebuah suara : “Itulah yang dikatakan semua orang yang
berada disini,” saya mendengar ribuan orang menangis, mengatakan
hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah sangat tua, mereka
meraung –raung, ” Saya masih kecil waktu itu, saya tidak tahu apa-
apa.”

Ada lagi tempat yang lebih mengerikan, dimana kalian mendengar
segala hal buruk yang pernah terucap oleh lidah , kata-kata yang
dulu pernah kalian tujukan pada orang-orang, bahkan kata-kata yang
kalian tidak sadar bahwa itu menyakitkan bagi mereka; bercanda yang
mengakibatkan sakit hati ; kata-kata fitnah ; setiap ucapan yang
pernah diteriakkan atau dibisikkan secara rahasia ; setiap teguran
keras ; tuduhan yang salah; hinaan ; semuanya kembali berteriak pada
kalian di tempat ini dan tubuh terasa amat pedih terbakar oleh api
namun sama sekali tidak hancur. Saat itu saya berusia 18 tahun
karena kasus pneumonia. Sebuah tempat dimana hanya ada api, suara-
suara, rasa malu dan kepedihan.

Kemudian ada tempat yang lebih parah lagi, dimana segala pikiran
buruk timbul ; saat-saat dimana kita meragukan Tuhan, marah dan
jijik akan ciptaan-Nya, menyesali diri sendiri atau merasa superior
dibanding yang lain. Semua dosa ini terjadi dalam pikiran, semua
diperlihatkan pada kalian dan pikiran-pikiran itu seperti menggigit
dan mendorong kalian. Kalian tahu bahwa pikiran itu tidak terbatas
dan dipenuhi dengan penderitaan yang tidak terbatas pula, sungguh
sangat menyiksa. Sangat susah untuk pergi dari tempat itu, pikiran
kita tak mampu kabur dari sana. Bahkan untuk menghafal satu doa
saja, pikiran kita susah melakukannya. Tidak ada memori, pikiran
buruk masa lalu terus menerus muncul, berulang-ulang. Jika satu do’a
muncul spontan di kepala, satu kali saja, menyebut salah satu nama
Allah yang terlintas dipikiran - maka semuanya menjadi diam,
kepedihan hilang, dan kita dapat pergi meninggalkan tempat itu -
namun kegaduhan itu membuat kita susah untuk mencari ketenangan.

Orang-orang yang pernah meninggal, pergi ke tempat-tempat seperti
itu. Lalu kembali ke raganya saat dokter menekan alat-alat pada
tenggorokan, memompa jantungnya agar bisa berdenyut kembali. Mereka
lalu berkata ,” Oh, jika saya hafal satu doa, maka di dalam neraka
sana, doa itu tidak akan pernah terlupakan. Dan jika tujuan saya
hanya Tuhan saja maka saya akan selamat. ” Namun untuk selanjutnya
mereka akan berpikir, ” Pasti saya sudah berpikiran yang bukan-bukan
waktu tidak sadarkan diri.”

Yang paling tidak enak adalah setelah kalian pergi ke neraka, nafas
kalian berhenti, jantung berhenti berdetak, lalu Tuhan membuat
semuanya “hidup” lagi. Kalian kembali pada kehidupan dengan
kenyataan bahwa sekarang kalian bukanlah tubuh yang berkeliaran di
dunia ini, bukan pula lidah dan suara-suara yang bisa bernyanyi
ataupun mengumpat seenaknya, bukan pula pikiran yang berkelana dan
dipenuhi gambaran-gambaran menyenangkan. Kalian telah sadar bahwa
kehidupan ini bukan untuk selamanya, kematian bukanlah final, tidak
satupun yang pasti, siapapun kalian, jutaan orang di bumi atau di
neraka tidak lebih baik atau lebih buruk dari kalian sendiri,
kalianpun merasa sendirian.

“Kesadaran” mampu meninggalkan suatu tempat, menuju kemanapun
didunia ini atau bahkan ke tempat-tempat di neraka dan di surga.
Selubung diangkat saat terjadi kematian, tali telah dipotong saat
kembali pada kehidupan ini, dan segala hal yang dikira baik atau
penting sebelum hal ini terjadi, sekarang menjadi tidak berarti sama
sekali.

Memahami Spiritualitas Dengan Hati
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani

Khidir a : ” Kapan Adam diciptakan ?”
Jibril as : “Adam yang mana yang kamu bicarakan ?”
Khidir as : ” Bukankah Adam-mu sama dengan Adam-ku ?”
Jibril as : ” Itu Adam yang terakhir. Ada 124.000 Adam-
Adam yang telah datang dan pergi. Setiap dari mereka mempunyai
Hari Kiamat, dan sekarang kita sedang berada di masa Adam yang
terakhir.”
Khidir as : ” Jadi kapan sebenarnya Allah menciptakan
dunia ini ?”
Jibril as : ” Aku akan memberitahumu apa yang aku tahu
saja.”
Khidir as : ” Aku sedang mendengarkan. Ceritakanlah! “

Jibrilpun mulai bercerita, ” Suatu ketika, aku bertanya pada Allah
agar menunjukkan Ciptaan-Nya padaku. Allah berkata padaku, `Ya
Jibril, pergilah ke tempat itu dimana kamu akan mendapat
pengetahuan. ‘ “

Ketika turun membawa wahyu untuk Nabi, Jibril hanya menggunakan 2
sayap dari 600 sayap-sayap yang beliau punyai. Hanya dengan kedua
sayapnya, cukup untuk menutupi tempat antara tempat asalnya sampai
ke bumi. Beliau tidak membuka seluruh sayapnya, karena terlalu kecil
jaraknya. Namun ketika Allah memintanya untuk pergi ke suatu tempat,
Jibril mengatakan :

“Aku buka seluruh sayapku untuk pergi ke tempat itu, dengan kecepatan
yang Allah berikan padaku yang tidak seorangpun mengetahuinya. Aku
terus terbang dan terbang dalam Waktu Allah. Ketika aku merasa lelah,
akupun berhenti. Ketika aku berhenti, aku melihat semua waktu dan
jarak yang telah kutempuh seperti lautan pasir kristal. Kristal-
kristal itu amat kecil dan bercahaya. Lalu aku bertanya pada
Allah :’Tempat apakah ini ?’ Tuhan-pun menjawab : `Ini hanyalah sudut
yang sangat kecil dari tempat yang Aku maksud. Ini belum sampai di
pertengahan `tempat’ itu.’

“Aku kembali membuka sayap-sayapku dan terbang menjelajah `Waktu’
lainnya, dua kali besarnya dari waktu yang pertama. Namun masih saja
aku belum sampai di tengah `tempat’ yang aku tuju, dimana-mana hanya
terlihat kristal-kristal kecil dan mengkilap. Pada akhirnya, Allah
berkata kepadaku, ` Ya Jibril, sekarang mintalah untuk terbang dengan
Kekuatan-KU. ” Lalu dengan Kekuatan Allah, aku bergerak dengan
kecepatan yang tidak akan pernah terbayangkan oleh manusia. Sampailah
aku di pertengahan `tempat ` itu. Aku melihat sebuah pohon berwarna
hijau dan seekor burung yang juga berwarna hijau bertengger disana.
Setiap detik burung itu terbang turun, kemudian mengambil sebutir
kristal, memakannya dan terbang kembali ke atas pohon. Akupun
bertanya,
‘Ya Allah, apakah itu ? `
`Burung itu adalah kekasih-Ku Muhammad saw.’
`Dan apakah kristal-kristal itu ?’
`Setiap butir kristal itu adalah sebuah jagad raya yang berbeda-beda.
Muhammad adalah Nabi bagi seluruh jagad raya itu. Apa yang sedang
kamu lihat adalah Ciptaan-Ku yang tiada batas akhirnya. Dan Muhammad
saw adalah Nabi-Nabi mereka, Awliyanya adalah 124.000 awliya. Begitu
Nabi memakan butiran jagad raya itu, Akupun menciptakan yang baru,
dan hal itu tidak akan pernah berakhir.’

Itulah kebesaran Nabi kita, jangan pernah meremehkan kekuatan
beliau. Kadang ketika saya mengatakan apa yang saya dengar dari
Syaikh, saya menggunakan ` kata-kata yang menyilaukan’ sehingga
membuat hati bahagia, namun dibalik itu ada ribuan dan ribuan
rahasia serta hikmah yang tiada batas dari Samudra Pengetahuan yang
tidak akan pernah berakhir. Kami tidak akan berhenti berbicara dan
pengetahuan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sebagaimana Ciptaan
Allah tidak pernah berakhir, pengetahuanpun tidak akan pernah
berakhir ; karena ilmu pengetahuan adalah Ciptaan Allah juga.

Pikiran kita adalah pikiran yang diciptakan. Dengan pikiran yang
terbatas, kalian tidak akan mampu memahami apa yang tidak terbatas.
Pikiran hanya terbatas pada pengetahuan yang dimilikinya. Kalian
tidak akan mampu memahami Tuhan dengan pikiran itu. Pikiran tidak
mungkin memahami Yang menciptakannya. Sesuatu yang diciptakan tidak
akan mampu memahami Penciptanya. Namun hati mampu.

Wa quli-r-ruhu min amri Rabbik. Firman Allah dalam Qur’an : “Ya Nabi,
katakan pada umatmu bahwa ruh dan jiwa berasal dari-Ku.” Karena
itulah, kita mampu memahaminya. Pikiran dan tubuh berasal dari bumi
sedang ruh berasal dari Allah. Wa nafakhtu fihi min ruhi ” Telah Aku
tiupkan Ruhku pada Adam.” Itulah mengapa Tuhan memerintahkan iblis
untuk bersujud, bukan bagi tubuh Adam, namun bagi ruhnya, karena ruh
itu berasal dari Allah.

Jadi, dengan memusatkan diri melalui roh. kita bisa memahami
kearifan dan pengetahuan yang tersembunyi. Apakah penghalang antara
kita dalam menggunakan roh? yaitu ego kita. Saya menghadapi masalah
di Amerika ini, mereka selalu mengatakan,
” Kami telah diajari untuk bangga pada diri sendiri sejak kami kecil.
Untuk meninggikan ego kami.” Saya katakan bahwa itu adalah senjata
setan yang paling merusak untuk menyerang kalian. Hal itu dibenarkan
bila kalian bangga karena melakukan sesuatu yang baik. Namun ego-pun
akan mengecoh kalian dengan senjata itu – kesombongan – agar kalian
jauh dari spiritualitas.

Seperti menatap sebuah cermin. Pecahkan cermin itu dalam hati kalian
dan jangan pernah lagi memandang diri sendiri pada cermin itu. Yang
nyata bukanlah gambaran yang ada di cermin, tapi yang diluar cermin.
Tanpa ego, kalian akan mencapai kenyataan hakiki.

Posted by Muhammad Asrori,S.Kom in 03:00:04 | Permalink | No Comments »